Arief Yahya Lantik Pejabat Eselon Kemenpar

0
1490

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Hal utama yang harus diperhatikan oleh pemimpin adalah hal terakhir yang diwariskan. “Mulai hari ini rekan-rekan harus berfikir di akhirnya. Pesan saya hanya satu, hasil yang luar biasa dilalui dengan yang tidak biasa, bisa dicapai dengan spirit,” ujar Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya selesai acara Pelantikan Pejabat Eselon I, II, III, dan IV di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta Pusat, Jumat (5/6/15).

Arief mengatakan, “Tahun 2019 industri pariwisata menjadi kontribusi utama penghasil devisa, saat ini pariwisata menjadi kontribusi penghasil devisa dengan urutan ke empat setelah minyak dan gas, batu bara, dan kelapa sawit”.

Menurutnya industri pariwisata di Indonesia bisa menjadi penyumbang devisa yang pertama, karena di Malaysia dan Dubai industri pariwisata sudah menjadi penyumbang devisa urutan pertama.

Arief Yahya mengingatkan, untuk mewujudkan misi dan sasaran strategis Kemenpar 2015-2019 diperlukan tim kerja yang solid. Untuk ini para pejabat yang baru dilantik merupakan tim yang bekerja dalam satu kesatuan dalam rangka mencapai target dan indikator kinerja utama yang jelas dan terukur secara kuantitatif maupun kualitatif.

Pada kesempatan tersebut Menpar melantik sebanyak 381 orang terdiri dari 9 pejabat eselon I, 31 pejabat eselon II, 108 pejabat eselon III, dan 234 pejabat eselon IV.

Pemerintah telah melakukan proses seleksi untuk mengisi jabatan eselon I di lingkungan Kemenpar yang dilakukan oleh Tim Seleksi Jabatan Tinggi Madya (eselon I) dimana sebelum seleksi calon pejabat eselon I dan II terlebih dahulu harus mengikuti assessment yang dilakukan lembaga profesional.

Sementara untuk seleksi jabatan eselon III dan IV dilaksanakan melalui proses Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan.

“Para pejabat baru ini telah melampai uji kompetensi 3C, yakni character, competency, dan collaboration. Karakter di lihat dari relationship dan kejujuran, saya memberi nilai 50%,” ungkapnya.

Sedangkan Kompetensi tentang skill, attitude, dan management dengan nilai 30%. Lalu collaboration, menurutnya dilihat dari kerjasama internal dan eksternal dengan bobot nilai 20%. “Setiap enam bulan sekali saya akan melakukan evaluasi secara fair dengan ranking”, ungkapnya.

Lebih jauh Arief menjelaskan, struktur organisasi Kemenpar didasarkan pada “fungsi utama industri pariwisata” dipresentasikan dengan adanya satu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, sedangkan struktur berdasarkan “segmen market” direpresentasikan dengan adanya dua Deputi bidang pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara dan Pengembangan Pemasaran Nusantara.

Untuk struktur pendukung kelembagaan direpresentasikan dengan adanya Sekretariat Kementerian, dan Inspektorat, serta beberapa staf ahli.

Kemenpar telah menetapkan sasaran strategis utama pariwisata berupa target kuantitatif yang harus dicapai pada 2019 mendatang, yakni; sektor pariwisata harus memberikan kontribusi pada perekonomian (PDB) nasional sebesar 8%, menghasilkan devisa US$ 20 miliar, menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta tenaga kerja.

Selain itu mendatangkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman), mendorong pergerakan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) di dalam negeri, serta peringkat daya saing pariwisata Indonesia Indonesia meningkat ranking 70 pada 2013, sekarang di ranking 50 dunia, akan berada di ranking 30 dunia pada 2019 mendatang.

Berikut sejumlah pejabat eselon I yang dilantik, yakni Drs Ukus Kuswara, MM sebagai Sekretaris Kementerian, Dadang Rizki Ratman, SH, MPA sebagai Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Prof Dr Ir I Gde Pitana, MSc sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, dan Drs Esthy Reko Astuty, MSi sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara.

Selain itu Prof Dr HM Ahman Sya sebagai Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Husen Alaydrus, SE sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata, Drs Hari Untoro Dradjat, MA sebagai Staf Ahli Bidang Multikultural, Drs Syamsul Lussa, MA sebagai Staf Ahli Bidang Kemaritiman, dan Kasminto, Ak, MBA sebagai Staf Ahli Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. (evi)

LEAVE A REPLY