Arief Yahya: Empat Perbaikan yang Harus Dilakukan untuk Kemudahan Yacht

0
903

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dalam rangka pencapaian target 20 juta kunjungan wisman di tahun 2019, berbagai terobosan harus dilakukan.
Capaian angka sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2014 sebesar 9,3 juta wisman. Adapun capaian wisman pada Oktober 2014 808.767 wisman atau tumbuh 12,34%.
“Apabila capaian pada November dan Desember 2014 signifikan, maka target akhir tahun ini optimis tercapai. Sedangkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2014 sebanyak 251 juta perjalanan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya pada jumpa pers Akhir Tahuan 2014 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/14).
Menurut Arief, capaian pariwisata 2014 menjadi pijakan dalam menetapkan target 2019 yang besarnya dua kali lipat.
Secara makro dikatakannya target 2019 kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 8%, devisa yang dihasilkan sebesar Rp240 triliun, serta menciptakan 13 juta lapangan kerja.

Menpar Arief Yahya pada jumpa pers Akhir Tahun 2014 Kementerian Pariwisata. (Foto. Dudut)
Menpar Arief Yahya pada jumpa pers Akhir Tahun 2014 Kementerian Pariwisata. (Foto. Dudut)

“Kunjungan wisman meningkat menjadi 20 juta wisman dan wisnus naik menjadi 175 juta, serta daya saing pariwisata Indonesia akan meningkat berada di ranking 30 besar dunia,” ungkapnya.

Sementara pada sektor ekonomi kreatif, Arief mengatakan, “ Tingginya portofolio bisnis sektor pariwisata maupun sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu pertimbangan mengapa Kemenparekraf berubah menjadi Kemenpar, sedangkan ekonomi kreatif dibentuk unit khusus Badan Ekonomi Kreatif”.

Perubahan nomenklatur dan organisasi Kemenpar maupun Badan Ekonomi Kreatif menurutnya telah dibahas dengan KemenPAN/RB, dalam waktu dekat akan diumumkan.

Untuk mencapai target 20 juta wisman pada 2019, Arief mengatakan, “Upaya yang harus dilakukan, yakni perbaikan infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT (Information and Communication Technology), health and hygiene dan aksesibilitas (connectivity, seat capacity dan direct flight) serta regulasi”.

“Selain memberikan bebas visa kunjungan singkat bagi lima negara, yakni Australia, Jepan, Korea, China, dan Rusia yang ditetapkan mulai 2015, pemerintah juga memberikan kemudahan perizinan masuknya kapal layar (yacht) ke perairan Indonesia,” ungkap Arief.

Kemudahan ini menurutnya dalam upaya mendorong masuknya para yachter internasional yang menjadi bagian penting dari pengembangan wisata bahari (marine tourism) di tanah air.

“Ada empat yang harus diperbaiki untuk memberikan kemudahan tersebut, yakni yang pertama izin masuk kapal yang tadinya 3 minggu bisa menjadi 3 hari bahkan sehari melalui online. Yang kedua, untuk kapal asing diberikan masa berlabuh maksimum 6 bulan. Ketiga, untuk memperpanjang keimigrasian boleh di kantonr imigrasi terdekat, dan keempat, akan ada penambahan pelabuhan marine (100 marine),” ungkapnya. (evi)

LEAVE A REPLY