Archipelago, Tema Solo Batik Fashion 2017

0
110
Solo Batik Fashion (Foto:Youtube)

SOLO, Bisniswisata.co.id: Solo Batik Fashion kembali menyemarakkan aktivitas Kota Solo. Tahun 2017, Solo Batik Fashion dimeriahkan sebanyak 36 desainer untuk memamerkan hasil karyanya. Tahun ini, event dunia fashion batik mengusung tema Archipelago.

Panitia Solo Batik Fashion Jongko raharjo mengatakan, perhelatan yang digelar tiga hari mulai Jumat (13/10) menghadirkan 104 pakaian karya para desainer setiap malamnya. Pada penyelenggaraan yang ke Sembilan, sengaja dipilih tema archipelago karena tak lepas dari kecintaan terhadap Indonesia.

“Setiap daerah di nusantara memiliki ciri khas terkait pakaian. Kami berharap dapat dieksplor oleh para desainer,” ungkap Jongko Raharjo dalam keterangan tertulis di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/10/2017).

Pihaknya sengaja tidak mengangkat tema yang spesifik agar para desainer lebih leluasa dalam improvisasi idenya. Selain dari Kota Solo, desainer yang akan unjuk kebolehan juga berasal dari Yogyakarta, Jakarta, Semarang, dan daerah lainnya.

Penyelenggara tidak memperkenankan pemakaian batik printing. Alasannya, batik printing adalah kain tekstil dengan motif batik. “Minimal yang dipakai adalah batik cap, kalau batik tulis silahkan tapi harganya lebih mahal,” tutur dia.

Melalui Solo Batik Fashion, pihaknya berharap batik di wilayah nusantara dapat digali dan diperkenalkan lebih luas ke publik. Dari penyelenggaraan selama ini, Solo Batik Fashion mampu ikut menggerakkan perkembangan industri batik.

Para perajin batik yang kainnya dipakai untuk presentasi banyak yang laku. Masyarakat banyak yang membeli motif batik yang dipakai para desainer. Mereka lalu membuatnya sendiri sesuai anggaran yang dimiliki.

Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya yang selalu dilaksanakan di outdoor, Solo Batik Fashion kali ini dilaksanakan di Solo Paragon Mall. Salah satu pertimbangan lokasi perhelatan dipindah ke mall karena factor cuaca. “Meski begitu, event diharapkan tetap dapat mewujudkan Solo sebagai kota fashion,” ujar Jongko yang merupakan salah satu desainer asal Solo.

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Disparta) Solo Nunuk Mari Hastuti mengatakan, ada beberapa alasan terkait pemindahan Solo Batik Fashion ke mall. Selain telah memasuki musim hujan, alasan lainnya adalah Pendapi Gedhe Balai Kota Solo saat ini tengah direnovasi. “Kami berharap masyarakat tetap antusias untuk menyaksikan,” ucap Nunuk. (*/DAY)

LEAVE A REPLY