Apresiasi Bagi Seniman Lokal di Terminal 3 Soekarno-Hatta

0
504

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Ada yang berbeda dari tampilan Terminal 3 Soekarno-Hatta dibanding terminal sejenis. Sejak memasuki pelataran terminal, di plaza terpajang mobil Mercedes yang menjadi media lukisan seniman terkenal, Nasirun.

Di area check in, sejumlah foto hasil jepretan fotografer profesional juga terpampang, menemani para penumpang ataupun pengantar membunuh waktu.

Begitu pula halnya di area boarding maupun kedatangan, dapat ditemui pameran foto, seni, bahkan juga demo membatik di galeri Pertamina. Di sana-sini ada tambahan fungsi, yaitu etalase karya seniman-seniman lokal.

Hal ini memang suatu hal yang sudah lazim di luar negeri. Ruang publik – yang dapat dinikmati cuma-cuma – telah lama dijadikan area pajang bagi karya seniman. Namun di Indonesia, kecuali sedang diadakan event pameran, masih jarang terjadi. Terminal 3 Soekarno Hatta, yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero), termasuk pelopor dalam hal ini di bandara,

“Kami berharap, Insya Allah Terminal 3 ini kelak akan menjadi destinasi favorit pengguna moda transportasi pesawat di Indonesia, “ungkap Agus Haryadi,Head of Corporate Secretary & Legal Angkasa Pura II, hari ini (14/9).

Oleh karena itu, pihaknya juga selalu berupaya melayani dan mengedukasi penumpang dengan karya seniman lokal sehingga mampu mengapresiasi kemampuan bangsa sendiri.

Niat ini disambut baik para seniman. Chris Darmawan, salah satu kurator seni yang mengkurasi benda-benda pajang di Terminal 3, mengapresiasi kesempatan yang diberikan oleh Angkasa Pura bagi para seniman untuk memajang karyanya di pintu gerbang Indonesia terbaru itu.

“Pemberian yang luas bagi kami para seniman lokal, diharapkan menjadi awal yang baik bagi pemanfaatan ruang publik, khususnya bandara-bandara di Indonesia untuk karya seni dari para seniman lokal,” kata Chris. (*/Has).

LEAVE A REPLY