APJI: Kuliner Indonesia Mampu Bersaing dengan Negara Lain

0
702
aneka kuliner nusantara

MAKASSAR, test.test.bisniswisata.co.id: ASOSIASI Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) tak akan mundur menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) yang sudah diambang pintu. Memang, pasar bebas ASEAN mendorong investor jasaboga masuk ke Indonesia sekaligus mempengaruhi bisnis jasaboga nasional.

“AEC tak bisa dibendung. Untungnya kuliner Indonesia mampu bersaing dengan kuliner dari negara-negara lain dan menjadikannya raja di negeri kita sendiri,” ujar Ketua Umum DPP APJI, Ayu Mulyadi SH, dalam siaran persnya saat Rapat Kerja Nasional APJI ke-II, di Hotel Clarion Makassar, yang dihelat dari tanggal 21 – 23 Oktober 2015.

Meski demikian, lanjut dia, APJI terus mengingatkan pengusaha jasaboga lokal agar tetap konsisten mengedepankan potensi kuliner Indonesia. Mempertahankan ciri khas dan citarasa Indonesia, sekaligus melestrasikan tradisi kuliner nasional.

Diakuinya, masih banyak kendala yang dihadapi pengusaha jasaboga saat ini. “Begitu banyak masalah yang harus dibenahi. Mulai dari sumber daya manusia, ijin usaha, teknologi pelaksanaan serta harga bahan baku yang terus naik,” tambahnya.

Rakernas ini, kata dia, bertujuan merumuskan sejumlah agenda penting terkait kinerja industri jasaboga mendatang. “Melalui kegiatan ini, mari kita bersama menjadi profesional untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Sukseskan kuliner Indonesia,” harapnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas II APJI, Iden Gobel mengatakan, beberapa agenda kegiatan yang akan diangkat adalah perumusan rekomendasi perijinan, kebijakan pemerintah yang berpihak kepada usaha jasaboga.

Rumusan strategi proteksi dalam menghadapi banyaknya perusahaan jasaboga yang masuk ke Indonesia, demi melindungi perusahaan jasaboga di Indonesia. Selain itu, penempatan LSP Nusantara Jaya sebagai lembaga sertifikasi profesi di bidang jasaboga di seluruh anggota APJI.

“Ini merupakan tantangan APJI untuk mendidik dan menyiapkan sumberdaya manusia yang siap bersaing dengan banyaknya kuliner dari negara-negara lain yang masuk di Indonesia,” ungkap Iden.

Sejak didirikan 1987, hingga kini APJI beranggotakan sekitar 20.000 pengusaha terdiri pengusaha katering, restoran, cafe dan penyedia jasa boga lainnya yang tersebar di 23 provinsi. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY