Apartemen Sewa Gerus Okupansi Hotel di Bandung

0
110
kamar sebuah hotel

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Jawa Barat menilai investasi di sektor properti khususnya apartemen di kawasan Bandung Raya belum prospektif. Pasalnya, mayoritas apartemen yang ada belum terserap oleh pasar. Akibatnya, apartemen disewakan secara harian.

Agar mendapatkan pemasukan, tak jarang pemilik apartemen di Bandung menyewakan secara harian. Kondisi ini justru bertentangan dengan konsep hotel. Hal ini pulalah yang dikeluhkan pebisnis hotel di kota Kembang. “Tentu saja, kalau harian gitu hotel kalah secara harga jauh dan memang secara aturan juga memang tidak boleh,” ucap Ketua Arebi Jawa Barat, Asep Ahmad Rosidin di Bandung, Senin (14/08/2017)

Disarankan agar pengusaha atau investor yang ingin membangun apartemen di Kota Paris Van Java, sebaiknya berhati- hati dengan melihat market yang ada. Seharusnya, pasar yang ada itu telah terserap untuk menjaga kesinambungan bisnis.

“Ini fakta di lapangan untuk pasar apartemen. Kalaupun ada yang berani mungkin risetnya ada pasar dan seond opinion kalau tidak laku atau melihat jangka panjang karena lima tahun ke depan setelah 2019 akan ada perubahan,” ucapnya.

Berdasarkan pengalamannya memasarkan apartemen pertama di Kota Cimahi yang awalnya mau menjual sebanyak 2.500 unit, tapi yang terserap hanya 500 unit, sehingga pengembang tidak jadi membangun empat tower berikutnya. “Kemudian yang satu tower yang telah dibangun tidak 100% dihuni. Sebanyak, 20% untuk hotel dan 20% untuk sewa,” ucapnya.

Berdasarkan riset Arebi Jabar yang pernah dilakukan sejak 2014, saat ini di Kota Bandung setidaknya terdapat 48 titik apartemen dengan total 36.000 unit. Sedangkan yang baru terserap pasar baru 15.000 unit. “Jadi ada 21.000 belum terserap pasar. Kemudian dari yang terjual itu (15.000 unit) kebanyakan investor mau dijual lagi,” ucapya seperti dilasir laman Bisnis.com.

Apabila dari 15.000 unit itu sebanyak 80%nya mau dijual itu berarti ada 12.000 unit ditambah 21.000 unit yang belum terserap sehingga menjadi 33.000 unit sudah ada di pasar hingga 2016. Jumlah tersebut belum ditambah sekitar 2.000 unit yang selesai dibangun pada 2017.

Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar menilai sewa harian apartemen sudah banyak dilakukan melalui e-commerce. Sehingga, apartemen menjadi saingan hotel. Persaingan tersebut dimulai dari harga hingga fasilitas-fasilitas yang ditawarkan. “Saya berharap adanya ketegasan dari pemerintah mengenai perbedaan peraturan izin tinggal apartemen dan hotel,” papar Herman.

Selain itu, sambung dia, banyaknya perguruan tinggi di wilayah Jatinangor, memicu banyaknya tempat singgah sementara seperti homestay, hotel dan apartemen. Bahkan, sejumlah apartemen di Kecamatan Jatinangor dapat disewa per hari layaknya hotel. (*/BIO)

LEAVE A REPLY