ANLENE™ Fasilitasi Sarana Olahraga untuk Taman Kota Pluit

0
1252
Produk ANLENE™, Fonterra Brands Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan sepuluh fasilitas alat olahraga di Taman Kota Waduk Pluit, Jakarta Utara.

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dari riset consumer polling ditemukan, yakni hanya 18% responden yang berolahraga secara rutin setiap hari. Pada pria, hanya 22% dan pada perempuan, 14% yang berolahraga secara rutin. Selain itu, 61% perempuan merasa sulit mendisiplinkan dirinya untuk berolahraga secara teratur.

Fakta ini bersandingan dengan data prevalensi osteoporosis nasional, dimana dua dari lima orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis. Keseluruhan fakta tersebut menambah daftar penting mengapa olah gerak secara rutin agar terhindar dari osteoporosis perlu dilakukan sejak dini.

Melihat hal tersebut melalui produk ANLENE™, Fonterra Brands Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan sepuluh fasilitas alat olahraga di Taman Kota Waduk Pluit, Jakarta Utara sebagai upaya mendukung komitmen menuju “Jakarta Bebas Osteoporosis”.

Hal tersebut merupakan bagian dari kampanye “Waktunya Bergerak Sekarang” dimana ANLENE™ mengajak masyakarat untuk mulai aktif bergerak dan mencegah osteoporosis sedini mungkin dengan memanfaatkan fasilitas alat olahraga tersebut.

Masih dalam rangka mewujudkan Jakarta Bebas osteoprosis, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK DKI Jakarta juga menggelar Final Pemilihan Kelurahan dan Kader Peduli Pencegahan Osteoporosis tahap ke-2 periode tahun 2014-2015.

Hadir dalam kegiatan tersebut mewakili Gubernur DKI Jakarta, Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Sylviana Murni SH, MSi, Walikota Jakarta Utara, Drs H Rustam Efendi dan Ketua TP PKK DKI Jakarta, Veronica Basuki Tjahaja Purnama.

“Berdasarkan hasil riset consumer polling yang diselenggarakan PT Fonterra Brands Indonesia tahun 2013 lalu, masyarakat Indonesia cenderung memiliki gaya hidup tidak aktif (sedentary), yaitu rata-rata 7 jam/ hari kerja dan 5 jam di akhir pekan,” ujar Marketing Manager PT Fonterra Brands Indonesia, Arief Tjakraamidjaja di Jakarta, Minggu (7/6/15)

Gaya hidup sedentary tersebut berpotensi memicu berbagai macam penyakit, termasuk osteoporosis. “Oleh karenanya, kami berharap pemfasilitasian alat olahraga ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai bergerak sebagai upaya pencegahan osteoporosis sejak dini,” ungkapnya.

Menurut Arief, aktif bergerak juga perlu diimbangi dengan konsumsi susu berkalsium tinggi dan terpapar sinar matahari pagi agar tulang kuat dan sehat, sehingga tetap aktif hingga masa mendatang.

Sementara Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Sylviana Murni SH, M.Si dalam kesempatan yang sama mengatakan, “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi PT Fonterra Brands Indonesia dalam upayanya menuju Jakarta Bebas osteoporosis, salah satunya dengan pemfasilitasian alat olahraga ini”.

Warga Jakarta, khususnya yang berada di sekitar Waduk Pluit, Jakarta diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas alat olahraga ini dengan sebaik-baiknya untuk kesehatan bersama, khususnya kesehatan tulang.

Seiring dengan peresmian alat olahraga oleh PT Fonterra Brands Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilaksanakan Final Pemilihan Kelurahan dan Kader Peduli Pencegahan Osteoporosis DKI Jakarta tahap ke-2 periode 2014-2015.

Kegiatan ini merupakan penutup rangkaian kegiatan pembinaan kelurahan peduli pencegahan osteoporosis yang merupakan inisiatif PT Fonterra Brands Indonesia bersama mitra strategis, TP PKK DKI Jakarta untuk mewujudkan komitmen menuju “Jakarta Bebas Osteoporosis”.

Lebih dari 7.500 warga DKI Jakarta telah teredukasi mengenai cara pencegahan osteoporosis sejak dini.

Edukasi osteoporosis melalui kegiatan Pemilihan Kelurahan dan Kader Peduli Pencegahan Osteoporosis ini terbukti memberikan dampak positif kepada warga DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil evaluasi monitoring kader PKK terhadap 400 warga di 6 wilayah Jakarta yang dilakukan selama kegiatan, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi perubahan perilaku dan kebiasaan positif dalam upaya pencegahan osteoporosis.

Tahun lalu pada tahun pertama kegiatan, 7 dari 10 wanita secara teratur mulai mengonsumsi makanan tinggi kalsium, seperti susu, dan berolahraga secara teratur.

Sementara dari hasil evaluasi proses monitoring kegiatan tahun ini, terlihat adanya peningkatan perubahan perilaku dan kebiasaan positif dalam upaya pencegahan osteoporosis, antara lain sebanyak 8 dari 10 warga mulai mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium untuk memenuhi asupan kalsium harian, mengonsumsi susu 2-3 gelas per hari secara teratur untuk mencegah osteoporosis.

Bahkan telah melakukan aktivitas berjalan kaki secara rutin demi tulang yang sehat, serta Sebanyak 5 dari 10 warga mempelajari gejala-gejala kerapuhan tulang sebagai bentuk kepedulian dini untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

Dengan jumlah total kurang lebih 12.500 warga Jakarta sejak periode pertama kegiatan ini dilakukan, kami berharap kader PKK dapat terus memperluas edukasi ke masyarakat lingkungan sekitarnya, untuk mewujudkan Jakarta Bebas Osteoporosis.

Kader PKK
Ketua TP PKK DKI Jakarta, Veronica Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, “Banyak sekali manfaat yang didapatkan kader dari kegiatan Pemilihan Kelurahan dan Kader Peduli Pencegahan Osteoporosis”.

“Beragam pengetahuan baru tentang pencegahan osteoporosis, mulai dari gerakan senam pencegahan osteoporosis hingga mengetahui jenis makanan bernutrisi dan berkalsium tinggi memperkaya khazanah dan pengetahuan para kader,” tegasnya.

Satu hal yang pasti, menurutnya para kader yang terlibat dalam kegiatan ini menjadi lebih percaya diri dan dapat membuktikan bahwa mereka bermanfaat bagi warga di sekitarnya dalam memotivasi dan membuat perubahan demi terhindar dari osteoporosis.

Kegiatan yang melibatkan 36 kelurahan dari 6 wilayah DKI Jakarta ini diawali dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan kader-kader PKK, yaitu Pelatihan Pencegahan Osteoporosis untuk kader dan pelatihan senam pencegahan osteoporosis untuk instruktur senam di masing-masing kelurahan.

Pada akhir Maret 2015, tim penilai yang terdiri dari Fonterra, PKK, dan Perwatusi dan menyaring 20 kelurahan terbaik. Kader-kader terbaik dari 20 kelurahan tersebut berkesempatan mengikuti Pelatihan Motivasi “Bangga Menjadi Kader Pencegahan Osteoporosis” pada 31 Maret 2015. Selanjutnya, para kader secara mandiri melaksanakan kegiatan penyuluhan dan monitoring di kelurahan mereka selama dua bulan (April – Mei 2015). (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.