Anggaran Terbatas, Pariwisata Sumbang Devisa Negara Terbesar

0
474

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:  Dana operasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf),  sangat minim. Minimnya anggaran itu menyebabkan anggaran promosi pariwisata sangat kecil dan terbatas. Untungnya, pariwisata menjadi penyumbang devisa negara  terbesar ke empat.

“Jika pemerintah memberikan alokasi anggaran yang lebih besar, tidak menutup kemungkinan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif akan semakin kencang. Jadi dana sebesar itu habis untuk perawatan, pemasaran pariwisata belum lagi perjalanan dinas, karena pariwisata ini perjalanan dinas sesuatu yang harus dilakukan,” papar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar  di Jakarta,  Rabu (10/9/2014).

Dengan dana Pahe (Paket Hemat), lanjut Sapta,  pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif sangat berjalan maksimal. Jika anggaran pemasaran ditambah, tidak menutup kemungkinan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia akan semakin banyak. Sehingga perolehan devisa itu semakin besar.

“Idealnya untuk pemasaran pariwisata sebesar 20 dolar per kepala atau sekitar Rp 4 triliun. Jika pemerintahan nanti memberikan alokasi dana lebih besar lagi, kita akan mengegas sektor ini lebih kencang lagi. Kami yakin, karena kita didukung oleh semua sektor,” tegasnya.

Diakuinya, Kemenparekraf saat ini sudah membuat program-program pengembangan pariwisata ke depan dengan target yang terukur. Secara konseptual, proyeksinya untuk 25 tahun. Tinggal bagaimana anggaran yang diturunkan oleh pemerintahan mendatang.

“Kami opitmis karena Indonesia unggul dipariwisata dengan memiliki berbagai macam daya tarik, dan keunikan. Indonesia memiliki wisata yang lengkap mulai wisata pantai, wisata alam, diving, snorkling, fishing dan lainnya,” tandasnya. (endy)

LEAVE A REPLY