Alur Dangkal, Ribuan Wisatawan Kapal Pesiar Diangkut Sekoci

0
1359
Kapal pesiar di Pelabuhan Benoa (Foto JPNN.com)

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Kapal-kapal pesiar besar yang tak bisa merapat ke dermaga Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, karena dangkalnya alur pelayaran, terpaksa berlabuh di laut lepas yang berjarak sekitar 5 kilometer dari dermaga.

Hingga pertengahan tahun 2015 ini, tercatat setidaknya tiga kapal pesiar harus berlabuh di laut lepas yang terdekat dengan Pelabuhan Benoa. Tiga kapal pesiar itu adalah MV Celebrity Milennium, MV Celebrity Solstice, dan MV Sun Princess, yang mengangkut total 4.831 turis asing.

Tahun 2014 terdapat 12 kapal pesiar yang tidak dapat merapat ke dermaga Pelabuhan Benoa karena ukurannya yang besar tak memungkinkan untuk kedalaman alur pelayaran 8-10 meter.

Menurut staf Bagian Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Pelabuhan Benoa, Mira Eka Putri, para penumpang kapal itu dibawa ke darat dengan water taxi atau sekoci berkapasitas 100-150 orang per unit. “Tinggal dihitung saja berapa sekoci yang dibutuhkan untuk mengangkut ribuan orang itu,” kata Mira Eka Putri.

Menurut Mira, pendalaman alur pelayaran Pelabuhan Benoa tentu membawa manfaat bagi Pelindo III. Sebab, dengan arus masuk dan keluar pelabuhan yang lebih lancar bagi kapal-kapal besar, aktivitas layanan di Pelabuhan Benoa juga meningkat. Itu bisa berarti peningkatan kegiatan bisnis bagi Pelindo.

Dibandingkan dengan jumlah wisatawan asing yang masuk Bali lewat Bandara Internasional Ngurah Rai, memang jumlah wisatawan asing yang masuk Bali melalui Pelabuhan Benoa masih kalah jauh.

Walau demikian, data menunjukkan bahwa jumlah turis asing yang masuk Bali lewat Pelabuhan Benoa meningkat. Selama tahun 2014, misalnya, realisasi jumlah penumpang di Pelabuhan Benoa mencapai 507.642 orang atau naik sebesar 121 persen dari yang ditargetkan.

Peningkatan tersebut, menurut data Pelindo III Pelabuhan Benoa, khususnya terjadi pada penumpang luar negeri. Ini karena Pelabuhan Benoa merupakan pelabuhan titik balik bagi kapal pesiar. “Pendalaman alur pelayaran itu sesuai harapan Pelindo III agar kapal-kapal lebih besar bisa bersandar di dermaga Pelabuhan Benoa,” ucap Mira seperti dikutip laman TribunBali.

Untuk memperkuat posisinya sebagai pelabuhan titik balik bagi kapal pesiar, PT Pelindo III sebetulnya telah mengajukan rencana pengembangan Pelabuhan Benoa, yakni dengan membuat Marina Benoa, agar turis asing makin berdatangan ke Bali lewat jalur laut.

Marina Benoa diharapkan menjadi semacam pusat parkir kapal-kapal pesiar mewah jenis yacht. Dana investasi yang disiapkan Pelindo III untuk Marina Benoa itu sekitar Rp 250 miliar. Meski demikian, karena kendala perizinan di Pemkot Denpasar, Marina Benoa masih belum bisa direalisasikan. (*)

LEAVE A REPLY