Alumni PPRA 54 2016 Lemhanas Peduli Bencana Garut

0
391

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia kembali dilanda duka. Bencana alam longsor dan banjir bandang menerjang Garut Jawa Barat, Rabu (21/09/2016). Akibatnya 57 rumah hanyut, 633 rumah tersendam, 20 orang meninggal, 59 orang luka-luka, dan sekitar 20 orang belum ditemukan. Kondisi ini mengetuk hati alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-54 2016, dengan peduli membantu meringankan beban bagi para korban.

Usai upacara penutupan PPRA ke-54 2016, Rabu (29/09/2016) memberikan bantuan para korban bencana di Garut. Bantuan itu berupa kebutuhan sembako, popok bayi, selimut, air minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya sebanyak 1 mobil box milik Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI untuk disalurkan ke Dinas Sosial Garut.

“Para Almuni PPRA ke 54 menyampaikan belasungkawa yang medalam atas peristiwa ini. Kami juga turut prihatin atas musibah banjir dan longsor menimpa saudara-saudara di Garut. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara saudara kita yang tengah ditimpa bencana,” lontar Ketua Alumni PPRA ke 54 Kombes Pol. Muhammad Iqbal di lapangan tenis Lemhanas Jakarta, Rabu (29/09/2016).

Dijelaskan, di penghujung mengikuti pendidikan reguler Lemhanas selama 7 bulan, 108 peserta pendidikan termasuk dari 9 negara (Malaysia, Kamboja, Thailand, Madagaskar, Mali, Jordania, Kepulauan Fiji, Zimbawe dan Srilanka) trenyuh dengan banjir bandang yang menelan korban jiwa. Sehingga tergugah untuk memberikan bantuan. “Bantuan ini terkumpul secara spontanitas, tidak direncanakan,” jelasnya.

Pemberian bantuan ini, sambung mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya, juga menjadi kenang-kenangan tersendiri yang tak terlupakan bagi alumni PPRA ke-54. “Jangan dilihat besar kecilnya nilai bantuan itu, namun munculnya kepedulian para alumni PPRA ke 54 bagi korban bencana yang membutuhkan sembako dan kebutuhan sehari-hari, tentunya sangat berharga. Semoga bantuan ini mendapat berkah,” sambungnya.

Dikatakan, alumni PPRA ke-54 sangat peduli terhadap masalah sosial bangsa, hal ini sudah menjadi bagian tanggung jawab anak bangsa yang ingin berbagi dengan mereka yang membutuhkan. “Semoga musibah ini tidak terulang kembali, kita juga harus terus waspada terhadap lingkungan disekitar kita khususnya masyarakat yang tinggal di tepian sungai untuk menjaga kebersihan, menjaga hutan atau pohon-pohon untuk sebagai penyangga agar tidak terjadi banjir dan longsor,” sarannya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.