Alat Musik Bambu Cimahi Diapresiasi Wisman

0
775
Wisman main angkulung di saung ujo Bandung (Foto: novafirliani.wordpress.com)

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Alat musik bambu hasil kreatif warga Cimahi lebih diapresiasi oleh para wisatawan manca negara (Wisman) dibanding di pasar lokal.

“Alat musik bambu produksi kami tidak terekspose di negeri sendiri justru diborong oleh wisatawan dari sejumlah negara,” kata pembuat alat musik bambu di Cimahi, Adang Muhidin (41) di Bandung, Rabu (18/3/2015).

Alat musik yang mereka produksi berupa alat musik petik, tiup, gesek dan pukul. Beberapa jenis alat musik itu gitar, bass, saxophone, biola, drum dan 14 jenis alat musik lainnya yang terbuat dari bambu. “Produk kami sudah dikenal di berbagai negara seperti Jepang, Filipina, Malaysia, Korea, Singapura, Taiwan, dan Inggris. Tapi di Indonesia sendiri tidak begitu diminati,” kata Adang.

Alat musik bambu itu dijual dengan harga bervariasi, seperti biola seharga Rp1,5 juta hingga drum set yang ia hargai Rp15 juta rupiah. Produknya kurang laku di negeri sendiri dikarenakan bahan bakunya. Pasalnya bambu memiliki harga yang murah dan mudah didapat, sementara harga alat musik yang ia jual dapat mencapai jutaan.

“Kalau kami ikut pameran-pameran di Bandung, responnya kurang maksimal. Mereka bilang bahannya dari bambu, (cuma bambu). Karena itu produk kami diberi merk Virage Awie,” kata Adang seperti diunduh laman Wartaekonomi.co.id

Di Indonesia hanya segelintir musisi yang membeli alat musik bambu. Mereka adalah Iwan Fals dan Balawan sisanya, dinikmati oleh band-band pengguna alat musik bambu di luar negeri.

Untuk lebih mengenalkan alat musik bambunya, ia berencana untuk menggelar orkestra alat musik bambu pada 2016 mendatang. Sesuai namanya, orkestra itu akan menggunakan seluruh alat musik yang terbuat dari bambu, bahkan panggung, sound system, dan komputernya juga terbuat dari bambu.

“Untuk orkestra kita cuma kurang piano bambu saja, dan itu sekarang sedang diriset,” kata Adang sambil menambahkan alat musik bambu dapat lebih dikenal di negeri sendiri serta dapat dinikmati oleh lebih banyak negara di dunia. ***

LEAVE A REPLY