Aktivis Desak Restoran Tak Sajikan Kuliner Ikan Hiu

0
623
Steak Hiu

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Hiu masih menjadi santapan kuliner mahal di Jakarta. Akibatnya pemburuan ikan hiu dilakukan secara besar-besaran di Indonesia. Lebih tragis lagi, pemburuan Hiu di NTT malah dijadikan atraksi wisata dengan mendatangkan wisatawan. Akibatnya, hiu di Indonesia terancam punah.

Aktivis Savesharks Indonesia dan Greenpeace Indonesia mendesak agar rumah makan dan restoran yang menyajikan menu makanan berbahan dasar hiu, terutama sirip ikan hiu. Karena itu, para aktivis melakukan aksi kampanye usaha kuliner tanpa hiu di salah satu restoran ternama di Grand Indonesia Jakarta.

“Ikan hiu sebagai predator utama di lautan, berperan penting menjaga kelestaraian laut. Perburuan hiu yang masif belakangan ini menyebabkan populasi hiu terancam punah. Saatnya menghetikan konsumsi ikan hiu,” papar Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia saat menggelar aksi demo di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2015).

Kepunahan ikan hiu, sambung Longgena, menyebabkan laut dalam risiko besar. Bila hiu punah, bisa jadi jumlah ikan seperti tuna dan pari akan berkembang dan memakan ikan lainnya. “Laut kita akan kolaps dan pada akhirnya akan menjadi dead zone, merugikan nelayan juga,” ungkapnya.

Memang, dukungan pemerintah sangat diperlukan agar populasi hiu tetap terjaga. Dukungan pemerintah itu guna memastikan penghentian perdagangan berbagai jenis hiu yang terancam punah. “Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan harus bekerjasama memperkuat kebijakan perlindungan hiu dan menghentikan perdagangan hiu,” harapnya.

Direktur Kampanye Savesharks Indonesia Riyanni Djangkaru menuturkan, dukungan kepada pelaku usaha kuliner terhadap pelindungan hiu dengan tidak menyajikan menu makanan berbahan dasar hiu memeliki peran penting menyelematkan hiu dari kepunahan. Dengan menghentikan penawaran, otomatis pengusaha kuliner telah memutus mata rantai penyebab kepunahan hiu.

“Ini merupakan suara dukungan kita terhadap restoran-restoran di Indonesia untuk menyatakan tidak menjadikan hiu sebagai sajian-sajian mereka, Sehingga perlindungan hiu bisa dimulai dengan mengurangi permintaan, karena kebutuhan hiu meningkat,” ungkap Riyanni.

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati hiu dan pari dunia. Merujuk data dari Internacional Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan 136 jenis atau sekitar 13 persen keragaman jenis kelompok ikan bertulang rawab tersebut dapat dijumpai di Indonesia. Ironisnya, lebih dari 66 persen jenis hiu dan pari yang dijumpai di Indonesia terancam punah. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY