Aksi Biadab Menimpa Wisatawan Cina di Wamena

0
54
Ilustrasi - Korban perkosaan

JAYAPURA, bisniswisata.co.id: Citra pariwisata Indonesia kembali tercoreng. Aksi kejahatan biadab terhadap wisatawan asing terjadi lagi. Kali ini menimpa seorang wisatawan asal Cina, TJ (34 tahun) yang mengaku diperkosa oleh dua warga setempat saat berwisata di Kampung Aikima, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (13/7) siang, sekitar pukul 13.00 WIT.

Kasus serupa juga pernah menimpa seorang wisatawan asing asal Prancis berinisial MB (22) yangdiperkosa seseorang yang mengaku sebagai pemandu wisata berinisial A di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa 12 Juni 2018.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal membenarkan laporan insiden pemerkosaan yang dialami wisatawan asal Cina itu. “Benar ada laporannya, wisatawan Cina itu mengaku diperkosa saat hendak berkunjung ke salah satu objek wisata yang ada di kota Wamena,” ujarnya.

Kamal mengatakan dari laporan yang diterima, awalnya wisatawan Cina itu berjalan kaki seorang diri hendak menuju ke Kurulu. Namun di tengah perjalananan, yakni di Kampung Aikima, ia disapa dua orang warga yang kemudian mengajaknya ke kampung Aikima dengan obyek wisata museum.

Namun, di perjalanan kedua warga yang tidak diketahui identitasnya itu menarik paksa wisatawan Cina itu ke rumah kosong dan memperkosanya. “Setelah memperkosa dibawah ancaman parang kedua pelaku kemudian melarikan diri. Sedangkan korban menggunakan becak melaporkan insiden yang dialaminya ke Polres Jayawijaya,” kata Kamal seperti dilansir laman Antara, Sabtu (14/07/2018).

Ia menambahkan, korban yang memegang paspor nomor G 52315066 berprofesi sebagai guru dan kini sudah diambil keterangan dan visum et repertum. Korban dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, hendak pergi ke Kampung Aikima untuk melihat mummi yang ada di kampung tersebut.

Dijelaskan satu pria memiliki ciri-ciri memakai baju biru tua dengan hoodie, berambut panjang, dan membawa parang. Satu pria lainnya memakai baju abu-abu. Keduanya berkulit hitam dan berambut ikal. “Korban bukan hanya diperkosa, tetapi menjadi korban pencurian, yakni satu unit telepon genggam dan uang tunai Rp 140.000 miliknya juga dibawa kabur,” jelasnya.

“Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan olah TKP dan selanjutnya bersama korban menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena guna dilakukan visum,” ujarnya.

Menurut Kamal, kasus ini masih dalam penyelidikan. Kamal menyangkan adanya kasus ini yang dinilainya mengakibatkan rasa trauma pada turis mancanegara yang akan berkunjung ke Wamena.

“Saya juga berharap agar wisatawan asing maupun lokal tidak berjalan sendiri di tempat yang sepi dan rawan guna mengantisipasi kejadian serupa atau yang lainnya terulang kembali, dan sebaiknya sebelum melakukan perjalan agar berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat,” katanya. (NDY)

LEAVE A REPLY