Akhir Tahun, Airbus Kirim A350 ke Qatar

0
1068

PARIS, test.test.bisniswisata.co.id: Pasca penundaan bertahun-tahun sekaligus dilakukan rancangan ulang yang menelan biaya miliaran dolar, akhirnya di akhir tahun 2014 Airbus melakukan pengiriman perdana pesawat jet berbadan lebar A350 ke Qatar Airways Senin (22/12)

Perusahaan konsorsium Eropa itu menjadikan A350 XWB sebagai andalan di persaingan pesawat jarak jauh, yang didominasi oleh Boeing 777 dan 787. Airbus melakukan perubahan pada model terbaru ini agar lebih hemat bahan bakar dan bisa laku di pasaran. Demikian dilansir The Associated Press

Upacara serah terima A350 yang pertama ke Qatar Airways dilakukan dengan sebuah upacara di Toulouse, wilayah selatan Prancis. Model ini adalah generasi pertama pesawat jet Airbus sejak diluncurkannya pesawat superjumbo A380.

Qatar sendiri bercita-cita menjadi salah satu pusat penerbangan utama dunia, di tengah persiapannya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Pesawat ini lebih hemat bahan bakar 25 persen dibandingkan kompetitor di kelasnya, yang diraih dengan bobot yang lebih ringan karena penggunaan bahan komposit, rancangan aerodinamika yang baru dan mesin dengan teknologi propulsi terkini, kata Airbus dalam situsnya.

Penggunaan bahan komposit pada hidung, sayap dan ekor juga mempermudah perawatan dan lebih tahan korosi. A350 mampu mengangkut 276 sampai 369 penumpang dalam konfigurasi dua kelas, tersedia dalam tiga model A350-800, A350-900 dan A350-1000.

Untuk kenyamanan dalam kabin, A350 XWB menawarkan ruang yang lebih lebar dan lebih kedap suara, dengan sistem in-flight entertainment generasi keempat untuk menyajikan video berkualitas gambar high-definition bagi semua penumpang. Kursi penumpang kelas ekonomi memiliki lebar 18 inci, diklaim sebagai yang terbaik di kelasnya.

Untuk konektivitas, A350 mengadopsi teknologi SwiftBroadband dengan IP fleksibel yang sudah digunakan dunia penerbangan sejak 2007 dan dipakai di pesawat superjumbo A380, agar penumpang dapat menggunakan ponsel atau WiFi selama penerbangan.

Pendatang baru di kelas pesawat berbadan lebar ini ditenagai dengan mesin Rolls-Royce Trent XWB yang diklaim lebih hemat bahan bakar, lebih rendah kadar emisinya dan lebih rendah tingkat kebisingannya.

Dari tingkat penghematan bahan bakar yang dicapai A350, sepertiganya dihasilkan oleh mesin generasi terbaru ini, sementara sisanya dari penggunaan bahan komposit dan rancangan aerodinamika, kata Airbus.

Salah satu tampilan yang cukup mencolok dalam pesawat ini adalah rancangan sayap yang ujungnya bisa menekuk hingga hampir setengah lingkaran tergantung kebutuhan saat mengudara. Rancangan sayap ini dimaksudkan agar konsumsi BBM tetap efisien dalam kecepatan rendah, pesawat tetap stabil dalam kecepatan tinggi, jarak jelajah lebih jauh dan waktu tempuh lebih pendek.

Sayap A350 XWB berukuran panjang sekitar 32 meter dan lebar 6 meter, dan merupakan komponen tunggal terbesar yang berbahan serat karbon komposit dalam industri penerbangan sipil.

Meskipun menjadi model teranyar, A350 justru dirancang lebih simpel dan mudah dioperasikan. Misalnya, kata Airbus, hanya ada dua sirkuit hidrolik pada A350 dan juga A380 dibandingkan tiga sirkuit di semua pesawat Airbus lainnya.

Sirkuit hidrolik ini berfungsi untuk menggerakkan roda pendaratan, membelokkan roda depan, sumber tenaga alat-alat kendali penerbangan dan sebagainya.

Sistem bahan bakar lebih simpel dengan jumlah pompa dan katup lebih sedikit dibandingkan pesawat lain, dan hanya ada tiga sirkuit kelistrikan, karena tenaga listrik yang dibutuhkan juga lebih sedikit dibandingkan pesawat lain di kelasnya.

Sistem pengatur suhu (air conditioning) pada A350, sebagai contoh, ditenagai dengan udara panas yang keluar dari mesin, dan rem pesawat menggunakan sistem hidrolik, bukan elektronik.

Berikut spesifikasi tiga model A350:

A350-800
Jarak jelajah: 15.300 km
Kapasitas penumpang: 276 orang
Bentangan sayap: 64,75 m
Panjang keseluruhan: 60,54 m
Tinggi Keseluruhan: 17,05 m
Kapasitas BBM: 138.000 liter

A350-900
Jarak jelajah: 14.350 km
Kapasitas penumpang: 315 orang
Bentangan sayap: 64,75 m
Panjang keseluruhan: 66,89 m
Tinggi Keseluruhan: 17,05 m
Kapasitas BBM: 138.000 liter

A350-1000
Jarak jelajah: 14.800 km
Kapasitas penumpang: 369 orang
Bentangan sayap: 64,75 m
Panjang keseluruhan: 73,88 m
Tinggi Keseluruhan: 17,08 m
Kapasitas BBM: 156.000 liter
(redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY