Air France Diancam Bom

0
564

LOS ANGELES, test.test.bisniswisata.co.id: Aksi teror terhadap Prancis terus mengalir. Kini, dua penerbangan maskapai Air France dari Paris, Prancis menuju Amerika Serikat (AS), terpaksa melakukan pendaratan darurat akibat pihak maskapai menerima ancaman teror. Seluruh penumpang maskapai nasional terbesar Prancis tersebut segera diamankan seusai melakukan pendaratan darurat.

“Sebagai tindakan pencegahan dan untuk alasan keamanan, pihak Air France memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat kepada kedua penerbangan tersebut,” tutur pihak maskapai. Pesawat dengan nomor penerbangan A-380 dari Los Angeles tersebut terpaksa melakukan pendaratan di kota Salt Lake City, AS. Demikian laporan yang dilansir laman AFP, Rabu (18/11/2015).

Menurut penuturan Juru Bicara Badan Administrasi Penerbangan (FAA) para penumpang dan kabin pesawat segera diminta keluar dari badan pesawat dan diamankan.

Sementara pesawat Air France dari Bandar Udara Internasional Dulles di Washington terpaksa dialihkan ke Bandar Udara Halifax di Nova Scotia, Kanada akibat menerima teror serupa. Seusai dievakuasi para penumbang dan awak kabin juga langsung diamankan.

“Pihak keamanan setempat akan segera memeriksa kondisi pesawat, penumpang, dan barang bawaan penumpang. Investigasi tersebut akan dipimpin langsung oleh pihak keamanan setempat untuk menemukan sumber dari ancaman teror melalui panggilan telepon yang diterima pihak maskapai,” ujar pihak Air France.

Hingga kini pihak keamanan Prancis masih berjaga-jaga seusai terjadinya insiden teror di Paris pada pekan lalu. Insiden yang memakan 129 korban tersebut menghebohkan dunia internasional semakin memanas seusai Rusia menyatakan bahwa ISIS bertanggung jawab atas insiden yang terjadi pada akhir Oktober lalu. Insiden tersebut memakan 224 korban.
Pihak Bandar Udara Halifax, Peter Spurway menyatakan, pesawat Air France Boeing 777 tiba di Halifax pada pukul 22:15 waktu setempat. “Kejadian tersebut telah diperiksa oleh pihak polisi Kanda. Para penumpang telah dievakuasi ke wilayah aman karena mayoritas dari penumpang adalah penumpang internasional,” ujar Spurway.

Pihak pemerintah AS menyatakan bahwa Air Feance 65 menerima berita teror melalui pesawat telepon dari darat. Hingga kini pihak pemerintah AS masih belum mengetahui pelaku dari ancaman tersebut. “Kini pihak-pihak pengaman sedang berjaga-jaga penuh dan akan menyelidiki mengenai masalah ini. Pihak keamanan akan menyelidiki penyebab terjadinya pendaratan darurat ini,” tutur salah seorang agen FBI, Todd Palmer. (*/end)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.