Agustus 2016, Jumlah Wisman Tembus 1 Juta Lagi

0
295
Wisatawan kunjungi wisata Gunung Merapi (Foto: istimewa)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia kembali menembus satu juta kunjungan pada Agustus 2016, meskipun sedikit mengalami penurunan tipis jika dibandingkan Juli 2016. Jumlah Pelancong asing yang datang ke Indonesia pada Agustus 2016 mencapai 1,031 juta kunjungan, sedangkan pada Juli 2016 tercatat sebesar 1,032 juta kunjungan atau turun tipis 0,07%.

“Kunjungan wisman dalam dua bulan terakhir menembus angka satu juta kunjungan, meskipun sedikit mengalami penurunan pada Agustus dibandingkan dengan Juli 2016, namun jumlah kunjungan itu sangat bagus bisa mencapai 1 juta. Ini sangat menggembirakan karena ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kita, di mana kunjungan wisman masuk pada ekspor jasa,” papar Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (3/10/2016).

Dilanjutkan, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2015, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mengalami kenaikan sebesar 13,19% dari sebelumnya hanya sebanyak 911,7 kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2016 tersebut mayoritas masuk melalui 19 pintu utama sebanyak 970.021 kunjungan yang terbagi dari 944.455 kunjungan merupakan wisman reguler dan 25.566 kunjungan merupakan wisman khusus. “Sementara yang masuk di luar 19 pintu utama sebanyak 61.965 kunjungan dan terbagi dari 24.087 kunjungan dari pos lintas batas dan lainnya sebanyak 37.878 kunjungan,” kata Suhariyanto.

Kunjungan wisman Agustus 2016 tertinggi terjadi melalui pintu masuk Bandara Ngurah Rai, Bali, yakni mencapai 437, 93 ribu kunjungan. Angka tersebut diikuti oleh Bandara Soekarno-Hatta, Banten sebesar 270,49 ribu kunjungan, dan Batam yang mencapai 99,72 ribu kunjungan.

Berdasarkan data BPS, pada Agustus 2016 jumlah kunjungan wisman terbanyak berasal dari Republik Rakyat China yang mencapai 151.054 kunjungan atau mengalami kenaikan sebesar 14,99% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 127.180 kunjungan. Kenaikan juga terjadi dari jumlah kunjungan wisman berkebangsaan Australia yang mencapai 105.754 kunjungan atau naik 10,49% dari tahun sebelumnya 71.030 kunjungan.

Jumlah kunjungan terbesar ketiga berasal dari Singapura sebanyak 100.383 kunjungan, meskipun angka tersebut mengalami penurunan sebesar 9,96%. Wisman asal Malaysia menempati posisi keempat dengan jumlah kunjungan mencapai 99.313 kunjungan dan mengalami kenaikan sebesar 9,85% dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Dan terakhir wisman asal Jepang yang tercatat sebanyak 56.831 kunjungan atau naik 5,64%.

Secara kumulatif, pada periode Januari hingga Agustus 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,36 juta kunjungan atau mengalami kenaikan sebesar 8,39% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang berjumlah 6,79 kunjungan.

Menariknya, sambung dia, kenaikan jumlah kunjungan wisman sepanjang Agustus 2016 dibandingkan tahun lalu tak diiringi dengan perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang. Di 27 provinsi, TPK hotel berbintang turun 0,4 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 55,21 persen. Namun, jika dibandingkan bulan sebelumnya, TPK Agustus masih naik 1,44 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Agustus 2016 tercatat sebesar 1,80 hari, terjadi penurunan 0,13 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2015.

TPK hotel berbintang tertinggi tercatat di Provinsi Bali mencapai 72,4 persen. Kemudian, diikuti Sulawesi Utara sebesar 68,85 persen, dan Sulawesi Tengah 61,17 persen. Sementara, TPK Hotel Berbintang terendah ada di Sulawesi Tenggara sebesar 37,05 persen. Dari sisi klasifikasi hotel, TPK hotel bintang V paling dominan, yakni mencapai 64,53 persen. Sementara, TPK hotel kelas bintang I merupakan yang terendah, yakni 43,28 persen. (endy)

LEAVE A REPLY