Agrowisata Berbasis Masyarakat di Bangli Didukung Bank Indonesia

0
734
Wisatawan asing kunjungi agrowisata Bangli (Foto: balebengong.net)

BANGLI BALI, test.test.bisniswisata.co.id: Bank Indonesia (BI) ikut mendukung pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di Kabupaten Bangli, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, hingga bantuan pemasaran.

“Pemberian bantuan program sosial BI ini membuktikan keseriusan Bank Indonesia dalam mengembangkan kawasan agrowisata,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Bangli, Sabtu (1/10/2016).

Agrowisata binaan bank sentral sejak tahun 2014 itu dikelola oleh Kelompok Harapan Maju, Subak Petung, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang dinamakan Agrowisata Giri Alam.

Dalam bidang produksi, kelompok ini telah dibekali cara budidaya sesuai dengan perlakuan organik.

Pemasaran juga dibantu dengan fasilitasi berupa pembuatan brosur dan akun media sosial sebagai sarana promosi termasuk akses pasar melalui kerja sama beberapa pihak di antaranya salah satu hotel di Bangli dan paket wisata bersepeda yang memasukkan agrowisata ini.

Causa lebih lanjut menjelaskan untuk bantuan pengembangan infrastruktur juga diberikan selama 2014-2015 di antaranya pembangunan balai pertemuan, instalasi listrik, pipanisasi air, mesin pemanggangan, alat pemotong rumput, gazebo, hingga pembagunan lahan parkir.

Bank sentral itu juga menggandeng instansi lain di antaranya Politeknik Negeri Bali, Dinas Perkebunan Provinsi Bali, dan BTTP Bali yang memberikan bantuan teknologi terintegrasi tanaman kopi dengan ternak sapi bali, pembuatan biogas dari kotoran sapi, biourin dan pembuatan kompos.

Bantuan dua ekor sapi juga diharapkan membantu kelompok mengurangi penggunaan pupuk kimia. Juga Pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani Giri Putri yang bertugas mengelola operasional agrowisata itu meliputi teknik pengolahan hasil kebun.

Kelompok Harapan Maju itu juga mengembangkan agrowisata itu secara terpadu dengan wisata perkebunan di antaranya jeruk kintamani, kembang kol, cabai, labu siam, buah tamarelo dan jambu biji.

Pendamping Agrowisata Terpadu Giri Alam, Dewa Raka menjelaskan bahwa pengembangan agrowisata seluas dua hektare itu sesuai dengan konsep 4E yakni edukasi, ekologi, estetika dan ekonomi.

Berdasarkan konsep 4E itu, pihaknya menawarkan proses pembuatan kopi mulai hulu hingga hilir khususnya bagi wisatawan mulai budidaya, pemangkasan, pemetikan kopi, pengupasan kopi, pencucian kulit kering kopi, proses sangrai, pembubukan hingga pengunjung bisa menikmati kopi.

Area agrowisata terletak di dataran tinggi Kintamani, salah satu daerah penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia.

Kopi arabika yang dihasilkan kelompok binaan BI itu memiliki keistimewaan rasa citrus sehingga menjadikan kopi arabika Kintamani menjadi kopi pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis (IG). (*/A)

LEAVE A REPLY