Agen Wisata Nakal Guncang Thailand

0
217
grand-palace-thailand

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Sejumlah agen perjalanan wisata nakal, yang diduga melakukan aksi penipuan dan pemerasan terhadap wisatawan asal China, diringkus aparat kepolisian Thailand, Kamis (24/11/2016). Pemerintah Thailand kini menyoroti aksi kejahatan terhadap wisatawan, karena banyaknya laporan dari wisatawan.

Selama ini, industri pariwisata Thailand memang disokong banyaknya jumlah wisatawan asal China yang datang. Kunjungan penduduk Negeri Tirai Bambu itu seakan membantu perekonomian Negara Gajah Putih yang sedang melemah belakangan ini. Tapi, keluhan banyak berdatangan dalam beberapa tahun terakhir, terutama yang diakibatkan oleh agen perjalanan wisata nakal.

Salah satu aksi kejahatan yang sering dilaporkan ialah promosi serba gratis atau zero dollar. “Mereka didakwa atas kejahatan berencana, pencucian uang dan izin operasi ilegal,” kata salah satu juru bicara kepolisian, Kolonel Krissana Pattanacharoen, seperti yang dikutip dari AFP, Jumat (25/11/2016).

Media lokal memberitakan, kalau salah satu agen perjalanan wisata telah mengantongi keuntungan hingga US$2,7 juta (sekitar Rp36,5 miliar) dari hasil melakukan aksi tak terpuji itu. Namun, pihak berwajib belum memberikan konfirmasi lebih lanjut dari hasil temuan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, wisatawan China menempati urutas teratas dalam daftar jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Thailand. Ramainya wisatawan China yang berkunjung menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi industri pariwisata Thailand terus berkembang.

Tahun lalu, sebanyak 30 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Thailand. Tahun ini terjadi peningkatan, yaitu sebanyak 32 juta wisatawan. Pemerintah Thailand, yang semakin mendekatkan diri dengan pemerintah Beijing, tentu saja tak ingin wisatawan China kapok untuk berkunjung ke negaranya hanya karena isu keamanan.

Sejauh ini, wisatawan yang berasal dari negara lain tetap berdatangan ke Thailand, namun jumlahnya semakin berkurang. Tahun lalu, sebanyak 20 wisatawan China tewas dalam peristiwa pengeboman yang terjadi di salah satu situs budaya di Bangkok.

Dua orang penduduk etnis Uighur diduga menjadi pelakunya, dan saat ini masih menjalani proses hukum. “Isu keamanan tak hanya memengaruhi kondisi ekonomi, namun juga reputasi negara,” ujar Krissana.

“Tak hanya wisatawan China, kami juga berharap dapat mengatasi kondisi ini agar wisatawan yang lain juga semakin banyak yang berkunjung,” lanjutnya (*AFP)

LEAVE A REPLY