Aerofood ACS Perbesar Bisnis Katering Non Pesawat

0
42
Kuliner di pesawat (Foto: http://marketeers.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Anak usaha Garuda Indonesia Group yang bergerak dibidang in-flight services Aerofood ACS menargetkan capaian pendapatan operasi sebesar US$ 172 Juta atau meningkat 20% dibandingkan capaian pendapatan operasi pada tahun 2017 yang sebesar US$ 143 juta.

“Target itu sejalan dengan potensi pasar industrial dan komersial yang semakin menjanjikan. Kami optimistis Aerofood ACS bisa mencatatkan capaian pertumbuhan pendapatan operasi sebesar 20% di 2018,” Direktur Utama Aerofood ACS Grace Purukan dalam keterangan resminya, Sabtu (28/04/2018).

Dilanjutkan, core business Aerofood ACS adalah rute in-flight service yang mempunyai sembilan cabang, yaitu Jakarta, Denpasar, Surabaya, Medan, Balikpapan, Yogayakarta, Bandung, Lombok, Pekanbaru.

Segmen pasar non in-flight services yang Aerofood perkuat penetrasi pasarnya di tahun 2018 adalah industrial services pada lini layanan catering rumah sakit, OMG (Oil, Mining, & Gas), town catering (manufacture) dan facility services.

“Namun seiring dengan pengembangan usaha yang dilakukan, saat ini persentase kontribusi untuk lini bisnis ACS lainnya turut berkembang pesat sehingga saat in kontribusi revenue non-inflight menjadi semakin menjanjikan,” sambungnya.

Tahun 2018, Aerofood ACS menargetkan perluasan ekpansi layanan dengan memaksimalkan lini bisnis industrial dan komersial service selain tentunya juga berfokus pada lini layanan in-flight service.

Dalam memaksimalkan segmen pasar industrial, Aerofood ACS juga mengembangkan tiga satellite kitchen yang diharapkan dapat semakin memudahkan market dalam mengakses layanan ACS di kawasan industri Jatake, Cilegon, dan Cikarang

Saat ini Aerofood ACS melayani lebih dari 1.000 flight per hari dengan kapasitas Produksi in-flight catering mencapai 150 ribu porsi per hari. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY