Ada Ikan Hias yang Beragam di Pulau Pahawang

0
2794

BANDAR LAMPUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Akhir pekan merupakan waktunya untuk berlibur, bagi warga Jakarta yang yang memiliki keterbatasan waktu, ada destinasi wisata bahari menarik yang tidak terlalu jauh dari Kota Jakarta, yakni tepatnya di Pulau Pahawang, Bandar Lampung.

Lampung yang selama ini terkenal dengan destinasi wisata pemandangan Gunung Krakatau, Tanjung Setia, Menara Siger, atau dengan Taman Nasional Way Kambasnya, juga memiliki Pulau Pahawang yang menawan.

Pulau Pahawang merupakan pulau yang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau ini terbagi menjadi dua, yakni Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil.
Pulau ini selain memiiki keidahan alamnya menjadi kesenangan sendiri untuk para diver atau penyelem atau pengagum snorkeling.

Pulau yang masih eksotis dengan pasirnya yang putih ini menyimpan banyak keindahan, dengan luas keseluruhan 1.084 hektar. Pulau Pahawang dihuni oleh sekitar 400 kepala keluarga. Di Pulau ini ada enam dusun, yakni Suakbuah, Penggetahan, Jeralangan, Kelompok, Pahawang, dan Cukuhnyai.

Ada banyak pulau disekitar Pahawang, seperti Pulau Pahawang Kecil, Pulau Gosong, Pulau Kelagian, dan Pahawang Besar.

“Salah satu keunggulan pulau ini yakni biota ikan hiasnya yang sangat beragam, bahkan ikan yang belum pernah kita temui ada disini, salah satunya ikan badut atau nemo yang sangat banyak sekali disini,” ujar Tour Guide Pulau Pahawang, Galang.

Pulau Pahawang yang mempesona mulai dikunjungi wisatawan. (Foto. evi)
Pulau Pahawang yang mempesona mulai dikunjungi wisatawan. (Foto. evi)

Spot snorkeling yang sering dikunjungi di Pulau Pahawang ini, menurut Galang yang juga seorang diver, yaitu spot kapal nelayan yang karam. Kapal yang terletak di Pulau Kelagian ini jadi tempat persembunyian ikan serta hewan laut lain. Keberagaman bawah laut di pulau ini jadi tambah dengan beberapa macam karang ikan, serta tumbuhann laut.

“Di Pulau Pahawang ada 8 hingga 9 spot diving, yang menarik dikunjungi yaitu spot Anak Sutan dan Batu Jalang. Wisatawan yang snorkeling di tempat ini pernah menemukan ikan parimanta. Jika lagi tidak berkabut, Gunung Krakatau pun bisa terlihat dari tempat ini,” jelas Galang lebih lanjut.

Keindahan terumbu karang dan ikan laut bisa dilihat hanya beberapa meter dari pinggir pantai. Kumpulan ikan warna-warni begitu dekat saat menyelami pantai Pahawang.

Untuk mencapai Pulau Pahawang yang dimulai dari Jakarta, wisatawan bisa menuju Pelabuhan Merak. Dengan tiket Rp15.000 kapal menuju Pelabuhan Bakauheni, Bandar Lampung. Merak merupakan sebuah pelabuhan penyebrangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera yang dipisahkan oleh Selat Sunda.

Perjalanan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni atau sebaliknya membutuhkan waktu selama dua jam. Sampai di Pelabuhan Bakauheni wisatawan harus menuju Dermaga Ketapang yang ada di Kabupaten Pesawaran dengan jarak tempuh sekitar dua jam perjalanan. Dermaga tersebut merupakan titik penyeberangan ke Pulau Pahawang.

Sebelum explore ke Pulau Pahawang di Dermaga Ketapang, wisatawan bisa menikmati secangkir kopi atau mengisi perut, karena di dermaga ini banyak warung-warung yang menyediakan makanan untuk sarapan atau makan siang, serta cemilan untuk di kapal.

Dari Pesawaran inilah dimulai perjalanan menuju Pulau Pahawang, wisatawan harus menyewa kapal. Ada dua jenis kapal yang dapat disewa untuk dapat menuju Pulau Pahawang, yakni kapal speed lidah Rp700.000 hingga Rp1 juta, dan kapal ketinting selama dua hari Rp1 juta.

Kalau kapal speed lidah bisa menampung sekitar 6-7 orang dengan kecepatan 20-25 menit, berbeda dengan kapal ketinting. Kapal Ketinting bisa menampung hingga 15 orang dengan kecepatan lebih lambat, yakni 40-60 menit.
Mengingat kondisi kapal speed lidah, yang kapalnya lebih cepat melaju dibandingkan kapal ketinting dengan hentakannya yang keras, sebaiknya bagi yang kurang sehat tidak menaiki kapal speed lidah.

Sedangkan bagi yang ingin snorkeling dapat menyewa perlengkapan snorkeling yang ada di Pesawaran dengan biaya Rp45.00-Rp50.000 per hari atau Rp90.000 untuk sewa dua hari, untuk diving bisa pakai alat perlengkapan Angkatan Laut dengan biaya Rp400.000 hingga Rp450.000.

Menurut Galang di Pulau Pahawang ada 200 kapal, 150 kapal yang bisa memandu snorkeling. Speed Lidah hanya 20-30 unit kapal. Wisatawan Nusantara (Wisnus) selain warga Lampung sendiri kebanyakan datang dari Jakarta, Bogor, Bandung, dan Palembang.

“Sedangkan untuk Wisatawan Mancanegara (Wisman) kebanyakan dari Belanda, Australia, Jerman, dan Philipina. Mereka mengetahui pulau ini dari akun FB, twitter, dan instagram. Sdh ada 32 dikenal di 32 negara. Pulau ini mengalahkan tiga Gili di Lombok,” ungkapnya bersemangat.

Sayangnya Pantai Pahawang yang mulai banyak dikunjungi wisatawan dan cantik ini masih memerlukan tangan-tangan cantik untuk mendandaninya agar lebih mempesona, seperti fasilitas jembatan dermaga di Pulau Pahawang, kapal yang tidak dilengkapi pelampung, restoran, dan toko yang menjual keperluan di pantai atau toko cenderamata.

Galang bersama para wisatawan siap menuju Pulau Pahawang dengan menaiki speed lidah. (Foto. evi)
Galang bersama para wisatawan siap menuju Pulau Pahawang dengan menaiki speed lidah. (Foto. evi)

“Wisatawan yang datang kesini setelah dipromosikan lewat sosmed pada tahun 2012 per minggu bisa diperkirakan 400 hingga 500 orang,” jelas Galang.

Sementara pada kesempatan yang sama Agus Salim dari Himpunan Pramuwisata Derah DPD Provinsi Lampung, menambahkan, “Kalau kita melihat dari statistik perkembangan wisatawan yang datang ke Provinsi Lampung baik wisman maupun wisnus cukup drastis”.

Terutama menurutnya di kawasan Pulau Pahawang dan juga di sekitar Teluk Tiluan yang telah memiliki aksesibilitas internasional dan telah bekerjasama dengan biro perjalanan.

Galang menuturkan, “Baru ada 30 unit homestay di Pulau Pahawang dan itupun belum bisa menampung wisatawan yang datang ke pulau ini. Satu unit Rp400.000 – Rp450.000 per malam, bisa menampung 15 orang. Bila ingin makan siang pengunjung bisa diantar ke restoran Resort Tanjung Putus dengan biaya kapal free”.

Di Pulau Pahawang Kecil terdapat satu jembatan alami yang disebut dengan Tanjung Putus. Tanjung Putus menghubungkan antara Pulau Tanjung Putus dengan Pulau Pahawang Kecil. “Tanjung Putus ini menyambung dengan daratan Sumatera,” ujarnya.

“Tanjung Putus dapat terlihat saat air laut surut karena saat air laut pasang, jembatan alami ini akan terendam air. Kawasan Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam favorit bagi para pengunjung,” ungkapnya.
Selain itu di Tanjung Putus terdapat satu-satunya restoran dan resort milik Ko Pin Hu yang dikelola sejak 1998. Di resort ini wisatawan dapat memberikan makan ikan (zebra fish) roti, dan akan terlihat banyaknya ikan yang keluar berebut roti.

“Sebulan saya bisa menghabiskan tiga kwintal roti kering untuk ikan-ikan ini,” tambah Ko Pin Hu.
Di akhir pembicaraan baik Galang dan Ko Pin Hu, keduanya memiliki harapan kepada pemerintah untuk melirik Pulau Pahawang. “Tolong perhatikan Pulau Pahawang yang terus berkembang, kami membutuhkan perhatian pemerintah. Kami juga butuh pelatihan-pelatihan untuk pelayanan pariwisata,” ungkapnya.

“Tak hanya itu kami butuh fasilitas untuk dapat menjaga keindahan Pulau Pahawang dan tolong di konservasi keindahan pulau ini,” ungkapnya dengan penuh harap. (evi)

LEAVE A REPLY