Ada 72 Festival, Banyuwangi Dinobatkan The Best Festival City

0
298

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang 2017, Kabupaten Banyuwangi resmi mengumumkan 72 festival guna promosikan Banyuwangi sebagai destinasi tujuan wisata di Indonesia. Festival itu terdiri kegiatan kebudayaan, kreativitas, kesenian, pariwisata, hingga olahraga. Banyaknya festival itu, Banyuwangi Dinobatkan The Best Festival City di Indonesia.

Angka ini meningkat cukup tajam dari 53 acara pada tahun lalu. Banyuwangi juga nekat mengadakan acara pentas seni setiap malam pada 2017. Konsep ini mengadopsi Madrid yang memiliki ide serupa tahun lalu.

“Yang baru saat ini ada acara setiap hari, setiap malam ada pentas seni budaya di Banyuwangi. Mau hujan, gerimis, tetap ada. Dari 72 event itu ada 7 event yang baru,” kata Bupati Banyuwangi Azwar Anas dalam pembukaan Banyuwangi Festival 2017 di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Beberapa festival baru diadakan, seperti festival khusus orang kembar se dunia, sail yacht festival, dan festival bambu. Kebudayaan asli Banyuwangi juga diikutkan dalam festival, seperti Barong Ider Bumi, Seblang, Tumpeng Sewu, Kebo-keboan, dan Petik Laut. Juga hasil bumi asli Banyuwangi dibuat jadi festival seperti durian dan ikan.

Untuk acara bertema olahraga, Banyuwangi memiliki beberapa kegiatan unggulan seperti International Tour de Banyuwangi Ijen, Banyuwangi International BMX, dan Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan.

Selain acara tersebut ada juga namanya event Everyday. Ini adalah pertunjukan budaya yang dilakukan tiap malam di Banyuwangi. “Event Everyday jadi ruang panggung buat desa-desa yang belum terlibat di festival,” ujar Anas.

Bukan hanya punya festival paling banyak, Banyuwangi juga mendapat nilai A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ini jadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Pengadaan festival ini diakui Azwar ampuh mendatangkan wisatawan. Hal ini berdasarkan angka kedatangan wisatawan yang melonjak tajam sejak rutin digelar pada 2012.

Menurut pemaparan Azwar, jumlah wisatawan pada 2016 mencapai 3,1 juta orang, dari 800 ribu wisatawan pada 2011 saat sebelum ada rangkaian festival.

Dari angka wisatawan pada 2016 tersebut, jumlah wisatawan mancanegara atau wisman yang datang ke Banyuwangi menyentuh angka 80 ribu, melonjak drastis dari lima ribu wisman pada 2011. “Kami menargetkan angka kunjungan wisatawan meningkat menjadi 3,5 juta pada tahun ini dengan menggaet wisman sebesar 100 ribu,” kata Azwar.

Salah satu cara yang dilakukan Azwar adalah dengan menggalakkan promosi melalui komunitas dan masyarakat Banyuwangi melalui media sosial. Ia pun membangun 1.400 titik WiFi di Banyuwangi dan 80 desa tersambung dengan serat optik untuk koneksi internet.

Upaya lainnya untuk mendongkrang jumlah wisatawan ke Banyuwangi yang tengah dilakukan pemerintah setempat adalah dengan membenahi Bandara Blimbingsari.

Bandara tersebut rencananya akan dipersiapkan menjadi bandar udara taraf internasional yang mengedepankan ramah lingkungan, seperti meminimalkan penggunaan pendingin ruangan dan memaksimalkan energi dari sinar matahari.

Banyuwangi juga nantinya akan memiliki rute langsung dari Jakarta dan mendarat di bandara ini. “Kami berupaya menambahkan slot penerbangan dari Bali untuk penerbangan siang hari. Selama ini hanya ada di pagi hari dan yang naik sedikit, pesawat kecil sehingga sulit bagi pembawa papan surfing.” kata Azwar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan Banyuwangi adalah kota terbaik penyeleggara event di Indonesia. Hari ini saya nobatkan Banyuwangi sebagai the Best Festival City di Indonesia

“Melihat dari berbagai festival yang ada di Indonesia, Banyuwangi saya nobatkan sebagai The Best Festival City, atau kota terbaik penyelenggara festival. Banyuwangi peringkat pertama, peringkat kedua Solo,” kata Arief Yahya saat memberikan sambutan.

Sejak tahun 2012, Banyuwangi secara rutin menggelar Banyuwangi Festival yang telah terjadwal sejak awal tahun. Penyelenggaraannya pun dinilai terus mengalami peningkatan secara kuantitas dan kualitas.

Menurut Arief dengan atraksi wisata seperti Banyuwangi Festival, ada dua hal yang didapat, yakni nilai budaya dan nilai bisnis. Nilai budaya berkaitan dengan tingkat kebahagiaan, sedangkan nilai komersial merupakan keuntungan secara ekonomi bagi rakyat Banyuwangi.

Adanya Banyuwangi Festival, lanjut dia, kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah berjuluk “The Sunrise van Java” itu mencapai 80.000 orang, wisatawan Nusantara sebanyak 3,2 juta orang. Setiap satu wisatawan asing datang, rata-rata membelanjakan uang 500 dolar AS, jika dikalkulasikan uang yang dikeluarkan turis asing bisa mencapai sekitar Rp500 miliar.

“Wisatawan Nusantara, ambil rata-rata Rp1 juta yang dibelanjakan. Jadi dari wisatawan Nusantara bisa mencapai Rp1 triliun. Jadi ada uang Rp1,5 triliun yang berputar di Banyuwangi dari pariwisata,” kata Arief.

Jadi menurut Arief, strategi Banyuwangi sangat tepat untuk meggelar Banyuwangi Festival yang tahun ini mencapai 72 kegiatan, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan.

Selain itu, Arief juga mendorong Banyuwangi ke depan agar mengembangkan wisata bahari, khususnya pengembangan marina. Menurut dia, kapal-kapal yacht dapat mendatangkan pendapatan yang besar bagi Banyuwangi. “Jika dalam setahun ada 1.000 yacht bisa berlabuh di Banyuwangi, kita bisa mendapatkan setidaknya Rp1 triliun dari spending mereka,” tambahnya.

Menurut Menpar, jika ingin memajukan pariwisata maka perlu 3 hal jadi harus diangkat yaitu atraksi, akses dan akomodasi. Banyuwangi sudah memiliki atraksi yang diangkat lewat festival ini.

Akomodasi di Banyuwangi juga sudah ada peningkatan. Karena adanya Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes. Bumdes kini men-support homestay yang ada di Banyuwangi.

Diakui akses jadi kendala, khususnya bandara. Seperti diketahui Bandara Blimbingsari di Banyuwangi belum menjadi bandara internasional. “Selesaikan aksesnya maka yang lain akan mudah. Jadikan Bandara Blimbing sebagai bandara internasional kalau mau jadi destinasi internasional,” sambungnya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.