Aceh Destinasi Wisata Halal Paling Ideal

0
1387
Turis asing berwisata di Aceh

ACEH, test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia sudah menyiapkan tiga daerah sebagai lokasi percontohan untuk Wisata Halal. Lokasi kunjungan wisata halal itu yakni Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ketiga daerah itu menjadi daerah yang ramah Muslim (Moslem Friendly Destination).

“Aceh memiliki potensi yang sangat besar bahkan sangat siap dan ideal untuk menjadi destinasi wisata halal karena menerapkan syariat Islam, yang mana dalam kehidupan masyarakatnya berlaku norma, nilai dan aturan yang berlandaskan Syariat Islam,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Pahlevi, Kamis (12/11).

Sebagai destinasi, lanjut dia, Aceh sangat terbuka dan welcome kepada wisatawan, dan fasilitas yang dibutuhkan bagi wisatawan muslim sangat mudah ditemukan di Aceh. Disebutkan, untuk menjadi destinasi wisata halal harus dapat menyediakan berbagai fasilitas yang memberikan pelayanan dan kemudahan dan ramah terhadap kebutuhan wisatawan muslim.

Misalnya adanya sistem jaminan halal, kemudahan untuk beribadah, makanan halal, hotel-hotel yang menerapkan halal friendly, tersedianya arah kiblat, mushalla, toilet yang sesuai dengan standar wisatawan muslim, dan didukung dengan paket-paket wisata religi.

“Aceh memiliki semua itu. Sebagai sebuah destinasi wisata juga harus memiliki standar pelayanan yang baik, tersedia infrastruktur dan aksesibilitas yang baik, adanya atraksi wisata yang profesional, dan promosi dan pemasaran destinasi secara meluas,” ungkap Reza seperti diunduh laman sinarharapan.co.

Ditambahkan, untuk memudahkan menikmati wisata halal di Indonesia, telah dilakukan promosi melalui konferensi media dengan tema Indonesia Tourism Insight: Policy and Strategy di Kuala Lumpur, Malaysia awal November 2015. Indonesia mempermudah kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia melalui tiga kebijakan baru. Pertama, penambahan jumlah Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Kedua menghapuskan peraturan izin memasuki wilayah Indonesia Clearance and approval for Indonesian teritory (CAIT) yang memudahkan kapal pesiar atau yacht masuk ke Indonesia melalui 18 pelabuhan. Ketiga, menghapuskan Asas Cabotage yang memudahkan kapal pesiar menaikkan dan menurunkan penumpang di lima pelabuhan di Indonesia, yakni Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Belawan (Medan), Soekarno-Hatta (Makassar) dan Benoa (Denpasar). (*/ndy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.