84 Negara Diberi Bebas Visa, Termasuk Australia

0
655
Wisatawan asing di Pulau Komodo (foto: chelluzpahun.wordpress.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PEMERINTAH kembali memberikan izin bebas visa kunjungan wisatawan di 84 negara. Pemberian bebas visa yang rencananya diberlakukan pekan ini, tak terlepas dari meningkatnya garfik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Republik Indonesia, pasca penambahan 47 negara bebas visa pada Oktober 2015.

Penambahan negara yang diberikan bebas visa meliputi Australia, Ukraine, Kenya, Montenegro, Uzbekistan, Bangladesh, Kamerun, Sierra Leone, Palestina, Honduras, Pakistan, Mongolia, Uruguay, Latin Amerika, Bosnia Herzegovina, Costa Rica, Israel, Albania, Mozambik, Macedonia, Comoros, El Salvador, Zambia, Madagascar, Moldova, Georgia Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Trinidad & Tobago, Guatemala, Mauritania, Paraguay, dan lain-lain.

“Jumlah tambahan 84 negara unutk bebas visa. Setelah pemberian 47 negara berdampak positif untuk turis. Jadi , cuman itu aja yang bisa saya sebut. Banyak banget, kan. Efektiffnya minggu ini,” papar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli seusai rapat koordinasi perkembangan pemberian Bebas Visa Kunjungan di Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta, Senin (21/12).

Dijelaskan, ada beberapa negara yang tidak dimasukkan dalam daftar negara yang diberi bebas visa. Negara-negara tersebut merupakan negara yang aktif dalam perdagangan narkoba dan eksportir ideologi ekstrem. Hal ini dilakukan untuk menghindari Indonesia menjadi ladang baru ideologi ekstrem dan radikal.

Pemberian fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia ini, lanjut dia, bisa mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air yang ditargetkan mencapai 20 juta orang pada 2019 mendatang. Pasalnya, dari pemberian fasilitas bebas visa kunjungan yang diberikan Oktober lalu kepada 47 negara diklaim telah mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan hingga 19 persen. “Nilainya jauh lebih tinggi dari pertumbuhan normal yang biasanya cuma sekitar 6 persen hingga 8 persen, sedangkan ini mencapai 19 persen,” katanya.

Kendati tidak menyebutkan secara gamblang target yang ingin dicapai dari penambahan negara penerima BVK itu, Rizal mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mencapai target 2019.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan dengan devisa mencapai 20 juta dolar AS.

Pemerintah juga akan menggandakan jumlah pekerja langsung sektor pariwisata dari 3 juta orang menjadi 7 juta orang dalam lima tahun. Ada pun tenaga kerja tak langsung ditargetkan bisa dua sampai tiga kali lipatnya dari jumlah saat ini yang sekitar 3 juta orang. “Jadi total tambahan negara penerima bebas visa menjadi 174 negara dengan tambahan yang tiga bulan lalu (Oktober 2015),” pungkas Rizal.

Terkait timbal balik yang diberikan kepada negara yang mendapat bebas visa, Rizal mengaku senang Indonesia tidak mendapatkan timbal balik kepada negara-negara yang diberikan bebas visa. Namun, Rizal berjanji akan mengurusi pembebasan visa ke beberapa negara.

“Tidak, justru saya malah gembira, mereka tidak resiprokal. Karena kalau semua resiprokal, semua orngg Indonesia bebas visa ke seluruh dunia, pada keluyuran semua nanti. Kita devisanya negatif. Jadi kami bersyukur kita tidak diberikan bebas visa. Tapi saya janji, kalau pendapatan rakyat Indonesia sudah USD 15.000 per kapita, nanti tak urusin semua bebas visa,” jelas dia.

Untuk menyambut masuknya turis dari negara-negara bebas visa ini, pemerintah juga akan mensosialisasikan 90 titik jalur masuk dan keluar turis selain titik-titik masuk yang sudah populer seperti Batam, Jakarta, dll. Maka, pemerintah mengharapkan pihak imigrasi, kepolisian, BIN, dan BNN untuk melakukan monitoring yang lebih canggih pada titik-titik tersebut. Nantinya, data turis yang masuk ke Indonesia akan dishare ke kepolisian yang memiliki data black list dari Interpol. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.