8 Desember 2017 – 14 Januari 2018, Nusa Dua Light Festival

0
1857
Nusa Dua Light Festival

NUSA DUA BALI, Bisniswisata.co.id: Menyambut liburan Natal dan Pergantian tahun, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Nusa Dua Light Festival di Pulau Peninsula Nusa Dua, Bali, mulai 8 Desember 2017 hingga 14 Januari 2018.

Pembukaan Nusa Dua Light Festival kali ini dilakukan oleh Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan ITDC, Jatmiko K. Santosa serta dihadiri unsur Pemerintah Daerah dan Stakeholder setempat. Pembukaan Festival dimeriahkan oleh Lolot Band, Dejapu Band, Kesenian Tari dari Sanggar Seni Sunari Karya dan Sabha Yowana.

“Penyelenggaraan Nusa Dua Light Festival ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa kawasan The Nusa Dua, tetap aman sebagai destinasi wisata di Bali, Nusa Dua dan Pulau Bali tetap mampu menyiapkan atraksi dan tingkat hospitality yang tinggi bagi para wisatawan, ujar Jatmiko K. Santosa, dikutip dari rilis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (8/12/2017).

Pada event ini Pulau Peninsula disulap menjadi area yang dipenuhi beragam bentuk lampion berwarna-warni. “Kami ingin menyampaikan bahwa semua destinasi di Bali selain wilayah merah (berbahaya) masih tetap aman dan beroperasi seperti biasa. Bali selalu siap menerima kunjungan wisatawan di akhir tahun,” lontarnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam hal erupsi berdampak ke wisatawan yang menginap di the Nusa Dua, sudah siap menjalankan kebijakan Pemerintah terkait standar mitigasi sehingga keamanan dan kenyamanan para wisatawan dapat terjaga. Kegiatan Festival ini sebagai wujud dan upaya mendatangkan wisatawan ke Pulau Dewata di tengah situasi bencana erupsi Gunung Agung.

Pada penyelenggaraan tahun ini ITDC bekerja sama dengan PT Cikal Bintang Bangsa, yang bertemakan “The Jungle”. Para pengunjung dapat menikmati keindahan lampu lampion, yang dibuat menyerupai hutan dan beragam jenis binatang, seperti komodo, dinosaurus dan binatang hutan lainnya.

Selain itu, wisatawan juga akan dihibur dengan bermacam hiburan, seperti pentas kesenian daerah, musik dan kuliner. Bagi pengunjung yang menyukai tantangan, ada Hot Air Ballon berkapasitas enam orang yang dapat diterbangkan mencapai ketinggian 25 meter.

Wahana lainnya seperti trampoline, rumah balon, kereta mini, dan helikopter mini, dapat dinikmati oleh anak-anak. “Dengan berbagai macam atraksi dan wahana tersebut, Nusa Dua Light Festival “The Jungle” akan menjadi tujuan wisata hiburan yang sangat cocok bagi keluarga di penghujung tahun 2017 dan awal Tahun Baru 2018.” papar Jatmiko.

Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah merilis radius perkiraan bahaya letusan Gunung Agung sejauh delapan kilometer ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 10 km dari Gunung Agung.

Sehingga, ada dua area wisata yang patut dijauhi yakni Pura Besakih dan area dekat Gunung Agung. Jarak The Nusa dua dengan Gunung Agung sangat jauh mencapai 40 Kilometer. Sehingga masih berada di radius aman.

“Wisatawan tak perlu khawatir menghadiri Nusa Dua Light Festival dan menikmati masa liburannya di Bali, selama berada di zona aman. Dan kami optimistis target pengunjung dapat tercapai,” ungkapnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.