700 Turis Asing & 500 awak Kapal Pesiar Datang ke Sabang

0
397

SABANG, test.test.bisniswisata.co.id: Kapal pesiar mewah MV. Artania singgahi di Sabang, Pulau Weh, Aceh pada Kamis (8/4). Kapal pesiar dengan GT 44.348 dan panjang 230 meter ini , merapat di Pelabuhan CT3 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Pasiran, Kota Sabang dengan membawa 700 turis mancanegara dan 500 awak kapal, turun dan ikut jelajah darat overland menjelajah Aceh.

“Kedatangan kapal pesiar Artania ke Sabang merupakan kedua kalinya. Awal tahun 2014, kapal itu juga sudah mendaratkan 1.000 turis asing ke Sabang,” ujar Kadispar Aceh, Reza Pahlevi, dalam press release yang diterima test.test.bisniswisata.co.id di Jakarta, Kamis (07/04/2016).

Sesuai adat istiadat, saat kapal ini merapat dan penumpang turun, acara peumulia jamee atau memuliakan tamu langsung digelar. Penumpang yang turun disambut tari Guel yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh. Kapten Artania, Elman Muehlebach juga disambut dengan pengalungan bunga.

Karena setelah seremoni penyambutan, sebagian besar penumpang dan awak kapal berkeliling dan menikmati keindahan Kota Sabang, ke pantai, dan mengunjungi tugu kilometer 0 yang menjadi spot favorit penumpang MV. Artania. Mereka pun merasakan sensasi naik becak bermotor yang jadi khas di sana. “Untuk tahun ini, sudah 16 kali kapal pesiar yang merapat ke Sabang. Dan ini merupakan keuntungan bagi masyarakat Sabang yang sebagian di antaranya terlibat di ekonomi pariwisata,” kata Reza.

Setelah delapan jam hotel berjalan ini merapat di pelabuhan Teluk Sabang, MV. Artania kembali meneruskan perjalanan menuju Madagaskar dan Panama, melalui Selat Malaka. Sesuai adat istiadat, saat kapal ini merapat dan penumpang turun, acara memuliakan tamu langsung digelar. Penumpang yang turun disambut dengan tarian Guel, sebuah tarian yang berasal daerah dataran tinggi Gayo, Aceh.

Kapten Artania, Elman Muehlebach juga disambut pengalungan bunga. Para turis dari berbagai negara, ternyata happy dengan sambutan hangat tadi. Banyak yang antusias menarikan tarian Guel. Beberapa di antaranya bahkan sampai ada yang menari dan berfoto bersama para penari.

Merapatnya kapal pesiar di Sabang tak lepas dari kebijakan dicabutnya asas cabotage, yakni komoditas domestik wajib diangkut kapal berbendera Indonesia. Alhasil, kapal pesiar besar bisa merapat sekaligus menaik-turunkan penumpang di pelabuhan di Indonesia.

Artania yang mulai beroperasi pada 1984, dibuat galangan kapal di Helsinki, Finlandia. Kapal ini mulanya bernama Royal Princess, karena Putri Diana yang memberikan nama tersebut saat diluncurkan pertama kali. Tahun 2011, kapal mewah ini berganti nama menjadi MV. Artania, setelah sebelumnya bernama MV. Artemis. Itu terjadi setelah pergantian kepemilikan kapal kepada Artania Shipping. Saat ini, Artania dioperasikan oleh operator Phoenix-Reisen. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY