6.210 Pelari Semarakkan Jogja Marathon 2017

0
390

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Yogyakarta bukan hanya menawarkan wisata budaya, sejarah, alam dan kuliner, namun sport tourism mulai digalakkan. Dinas Pariwisata DIY Yogyakarta menggelar event sport toursim bertajuk Jogja Marathon 2017, yang digelar pada 23 April 2017, dengan mengambil start dan finish di kawasan Candi Prambanan

Sebanyak 6.210 pelari dari Indonesia dan Mancanegara hadir menyemarakkan event yang diyakini akan mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

“Kegiatan ini, juga bisa mempromosikan wisata Jogjakarta secara umum. Harapannya, kegiatan ini mendongkrak wisatawan yang datang pada bulan April ini, antara 20-30 persen. Termasuk wisatawan mancanegara juga,” ungkap
Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (15/04/2017).

Jogja Marathon 2017 melombakan empat kategori yakni, full marathon (42,2 kilometer), half marathon (21,1 kilometer), kategori 10 kilometer dan 5 kilometer, serta kategori Mandiri Community Challenge yang mengadu 5 komunitas lari se-Indonesia sejauh 42 kilometer dan 5 komunitas yang berlari sejauh 21 kilometer.

Dari jumlah total pelari, kategori full marathon diikuti 1.075 pelari, half marathon sebanyak 1.660 pelari, 10 kilometer sebanyak 1.535 pelari, dan 1.940 pelari memilih 5 kilometer.

“Animo peserta cukup tinggi, dalam tiga minggu sudah menerima 6 ribuan dari 5 ribu yang ditargetkan. Peserta ada dari Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia, China, Thailand dan beberapa orang Eropa. Peserta akan melintasi 13 desa di DIY serta 3 objek wisata. Yakni, Candi Prambanan, Plaosan, Monumen Taruna. Total hadiah yang disediakan sebesar Rp 783 juta,” jelas Aris.

Wisata olahraga diyakini bisa jadi ajang promosi Indonesia kepada para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pasalnya, beberapa acara wisata olahraga di Indonesia telah banyak diselenggarakan di berbagai daerah untuk mempromosikan daerah.

Indonesia memiliki faktor sebagai daya tarik promosi bagi wisatawan agar datang berwisata. Faktor itu yakni budaya, alam, dan wisata buatan seperti wisata olahraga. Prosentase budaya 60 persen, alam 35 persen, dan wisata buatan termasuk sport tourism sebanyak 5 persen. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.