56 Guru TK di Jakarta Tertipu Travel Agent Bodong

0
766


JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:
Travel agent bodong kini berkeliaran di Jakarta. Mereka mencari sasaran, dengan modus Karya Wisata ke destinasi wisata di penjuru nusantara. Kini, korbannya menimpa 56 guru Taman Kanak-Kanak se Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan, yang ditawari Karya Wisata ke Gunung Bromo di Jawa Timur.

Fadhila, Kepala Sekolah TK Bunayya Kebayoran Lama pada September 2014 didatangi lelaki perlente yang mengaku bernama M. Akhdan dari Biro Perjalanan Wisata menawarkan paket wisata ke Bromo dengan harga yang sangat terjangkau cuma Rp 600.000 per orang. Dengan syarat jumlah peserta Karya Wisata harus lebih dari 50 orang.

Dengan nada bicara dan gaya yang meyakinkan, ditambah data TK-tk yang pernah diberangkatkan, Fadhila pun percaya. “Saya pun mencari peserta bahkan menggerakkan guru-guru TK lainnya dan berhasil mendapatkan 56 guru TK. Karena paket tournya sangat murah cuma Rp600.000 perorang. Dana yang terkumpul Rp36.400.000,” papar Fadhila usai melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya, Selasa (2/12/2014).

Sebenarnya, lanjut Fadhila, pelaku Akhdan menawarkan paket wisata kepada anak-anak murid. Malah, yang tertarik berangkat Karya Wisata adalah para guru. “Bahkan dia (M. Akhdan – Red) sempat memberi presentasi kepada kami guru-guru, tentang kunjungan ke Bromo,” jelas Fadhila.

Sikap dan cara pelaku yang sangat sopan membuat para guru tidak menaruh curiga sama sekali. Apalagi, pembayarannya dapat dicicil. Cicilan pertama sebesar Rp 100 ribu, yang dibayar pertama kali pada pertengahan September 2014. Akhir November 2014, para guru memberikan pelunasannya kepada pelaku. “Kami tidak curiga sama sekali. Tingkahnya sopan dan tidak menunjukan akan berbuat hingga seperti ini,” keluh Fadhilah.

Tiba hari keberangkatan yaitu 27 November 2014, pelaku masih sempat berkomunikasi dengan salah satu guru. Dalam komunikasinya dikatakan bahwa para guru diminta bersiap-siap di stasiun Kereta Api Pasar Senen Jakarta Pusat sebelum pukul 14.00 WIB. Di stasiun itu, sudah ada panitia yang menunggu.

Sesuai permintaan, 56 guru berkumpul di Stasiun. Ternyata, tidak satu pun panitia ada di stasiun. Para guru mulai gelisah. Ada yang kontak no hp nya namun hanya terdengar tulalit. Ditunggu hingga 4 jam, juga tidak muncul. Kecurigaan pun muncul. “Rencana Berangkat dengan kereta Api 15.15 WIB. Namun hingga pukul 17.00 WIB kami tidak berangkat dan tidak ada satu panitiapun yang hadir,” ucapnya.

Merasa ditipu, Fadhila bersama beberapa guru sempat mendapatkan alamat keluarga M Akhdan mendatangi rumah pihak keluarga pelaku di kawasan Kreo, Ciledug. Sayangnya, pihak keluarga mengaku lepas tangan dan tidak turut andil dalam penipuan tersebut. “Pihak keluarga sudah kami datangi dan mereka menyerahkan kasusnya ke kami, bahkan jika perlu ke proses hukum,” jelas Fadhila.

Ternyata pelaku juga telah melakukan aksi serupa di beberapa sekolah lain di wilayah Jakarta Selatan. Bukan hanya itu beberapa nama guru guru TK disalah gunakan untuk meyakinkan aksi pelaku ke korban lainnya. “Setelah kasus ini kami forward ke sesama rekan guru, ternyata dia juga melakukan hal yang sama kepada guru-guru lainnya. Tidak hanya dengan cara paket wisata, tapi juga dia mengaku bisa menyediakan alat-alat kebutuhan sekolah,” ungkap Fadhila.

Akhirnya tak ingin nantinya banyak korban lain, Fadhila bersama beberapa guru melaporkan kasus ini ke Polda Metrojaya dengan nomer laporan LP/4426/XII/2014/PMJ/ Dit Reskrimum. Laporan dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY