5 Pantai Jadi Destinasi Wisata, Kelestarian Hutan Terancam

0
1165
Psantsi Ngantep Malang Selatan (Foto: wisatapantaikoe.blogspot.com)

MALANG, test.test.bisniswisata.co.id: Ironis memang. Pesisir selatan Kabupaten Malang Jawa Timur terkenal keindahan pantainya yang memesona. Namun untuk menuju ke pantai, pasti melintas hutan tropis yang masih asri serta cagar alam yang terjaga rapi.

Aktivis lingkungan mengingatkan pembukaan lima pantai menjadi destinasi wisata di Malang, hendaknya tidak merusak kelestarian hutan.

“Kelestarian hutan tropis di sekitar pantai selatan Malang harus terjaga agar tak merusak keseimbangan alam,” pesan Andi Syaifuddin dari Lembaga Sahabat Alam (Salam) seperti dikutip laman republika.co.id, Ahad (22/05/2016).

Tahun ini, ada lima pantai baru yang dibuka sebagai kawasan wisata di Kabupaten Malang. Kelima pantai itu, Pantai Ngantep, Banyumeneng, Selok, Gondang Sugu, dan Rantai Wulung.
“Agar pembukaan pantai-pantai baru tak mengganggu ekosistem, kami bersama masyarakat setempat bersinergi mewujudkan konsep ekowisata pantai, yang tak merusak hutan,” ungkapnya.

Dilanjutkan khusus kunjungan wisata ke Pantai Gondang Sugi dan Rantai Wulung, wisatawan harus disertai pendamping. “Kawasan tersebut dibuat sebagai kawasan terbatas agar hutan yang ada tetap terjaga,” lontarnya.

Andi menjelaskan, sepanjang pesisir Malang terdapat belasan pantai yang masih belum banyak terjamah. Namun pembukaan pantai-pantai baru harus dikelola dengan baik agar tak merusak keseimbangan alam.

Mengingat, Kabupaten Malang memiliki hutan tropis dataran rendah terbaik di Pulau Jawa di luar taman nasional dan cagar alam.

Hutan tropis seluas 1989 hektar, satu-satunya yang tersisa di wilayah Malang Selatan. Hutan tropis Malang selatan menjadi rumah bagi 128 spesies burung, macan tutul, dan macan kumbang.

Kekhawatiran Andi dan para aktivis lingkungan bukan tanpa alasan. “Pembukaan pantai-pantai baru dikhawatirkan mengurangi luas hutan,” jelas pria yang sudah menjadi pendamping masyarakat di pantai selatan sejak 2010 ini.

Alih fungsi lahan untuk pembangunan infrastruktur wisata mengakibatkan daya jelajah satwa berkurang. Membanjirnya masyarakat yang berbondong-bondong berwisata ke pantai dapat mengubah pola perilaku satwa. Pola konsumsi satwa akan terganggu karena rumahnya terusik dan bukan tak mungkin akan menyerang wisatawan. (*/RO)

LEAVE A REPLY