40% Pendapatan Hotel Berbintang di Bandung Andalkan MICE

0
973
Ballroom hotel sepi

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Hasil survei random terhadap 31 hotel berbintang di Kota Bandung, menyebutkan sekitar 40 persen mengandalkan pendapatan dari kegiatan MICE, yang menggunakan fasilitas ballroom di hotel.

“Lebih dari 40 persen marketnya dari MICE, sehingga bisa dibayangkan bila adanya pelarangan PNS mengadakan rapat-rapat di hotel akan sangat berpengaruh besar bagi dunia perhotelan,” papar Ketua Himpunan Hotel Berbintang Kota Bandung, Iwan Suhermawan dalam keterangan resmi di Bandung.

Dari sisi pendapatan, kata Iwan, survei itu menyebutkan sejak 2012 hingga 2014 terus meningkat dari Rp140 miliar pada 2012-2013 menjadi Rp260 miliar pada periode 2013-2014. “Bila kegiatan rapat dari kementerian dan PNS ditutup, maka jelas itu akan terjadi penurunan tajam dan akan berdampak besar,” kata Iwan.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat meminta kejelasan pemerintah terkait surat edaran tentang pembatasan rapat-rapat PNS di hotel. “Apakah pembatasan atau pelarangan bagi PNS menggelar rapat di hotel. Kami menduga ada kesalahan persepsi menerjemahkan surat imbauan pemerintah itu,” kata Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar di Bandung, seperti dilansir laman Antara, Rabu (19/11).

Dilanjutkan, tak mungkin pemerintah melakukan larangan secara vulgar terkait rapat di hotel, namun diharapkan edaran itu intinya hanya pembatasan menggelar rapat-rapat di hotel. “Kami setuju ada penghematan anggaran seperti itu, namun saya tidak yakin pemerintah secara vulgar melarang, tapi mungkin pembatasan. Nah kami mempertanyakan kriteria pembatasan itu,” katanya.

Dalam edaran disebutkan agar instansi pemerintah dan PNS untuk memaksimalkan ruang rapat yang ada, namun tidak disebutkan adanya pelarangan menggunakan hotel.

“Dampaknya jelas sangat besar, dan kami berharap ada penjelasan apakah ada pembatasan atau pelarangan. Kondisi ini jelas akan berdampak besar bagi dunia perhotelan yang selama ini mengandalkan MICE,” kate Herman yang juga pemilik Cihampelas Hotel Grup Bandung itu.

Intinya para pimpinan manajer hotel di Kota Kembang itu sepakat adanya penghematan yang dilakukan pemerintah dengan melakukan pembatasan rapat PNS di hotel, namun mereka menolak keputusan itu bila melarang sama sekali rapat PNS di hotel.

“Bila memang pelarangan dan bukan pembatasan, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi efesiensi SDM yang berimbas mengrumahkan bahkan PHK karyawan,” kata Herman Muchtar. ****

LEAVE A REPLY