4 Juni 2016, Atraksi Tradisi Tumpek Wayang

0
522

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Bali tak ada matinya buat atraksi pariwisata. Seluruh kehidupan budaya masyarakat Bali, adalah atraksi yang memikat. Termasuk soal ritual keagamaan, yang di banyak tempat menjadi eksklusif dan tidak boleh dijadikan bahan tontonan. Di situlah salah satu daya tarik Bali bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Ada tradisi Tumpek Wayang. Tradisi yang digelar di setiap desa di Bali yang digelar pada Sabtu, 4 Juni 2016.

Tumpek Wayang adalah upacara bermakna sebagai hari kesenian. Hari tersebut dipercaya sebagai kelahiran berbagai jenis alat-alat kesenian semisal gender, gong, barong, wayang dan lainnya yang kerap digunakan untuk kepentingan hiburan.

Upacara ini digelar pada tiap 6 bulan sekali dalam sistem pengkalenderan Bali atau tiap 210 hari sekali, yang termasuk dalam rentetan Hari Raya Galungan. Semua alat musik akan keluar. Nah, di sini jadi daya tarik itu menjadi semakin kuat.

Di Bali menggelar kegiatan ritual Tumpek Wayang juga disertai dengan hiasan yang indah seperti rangkaian janur (banten) kombinasi bunga, kue dan buah-buahan. Namun bagi seniman dalang wayang kulit, atau keluarga yang mewarisi seperangkat wayang kulit dari leluhurnya menggelar kegiatan ritual secara khusus dengan wayang tersebut, ratusan ribu orang akan berkumpul saat acara tersebut di setiap desa, wisatawan nusantara maupun wisatawan asing akan bersatu menikmati ritual yang unik dan menarik itu.

Adanya prosesi ritual yang disebut Tumpek Wayang, hari baik dalam kelender Bali untuk melaksanakan kegiatan ritual yang bermakna untuk menghormati wayang kulit agar tetap mempunyai taksu (kharisma), sesuai watak dalam pementasan.

Bagi keluarga yang ekonominya mampu, setiap rangkaian ritual itu diiringi dengan pementasan kesenian yang tentunya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit namun malah mendatangkan banyak wisatawan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY