Pembukaan Bioskop di Arab Saudi Seperti Hari Raya

0
57
Wanita Arab saudi berada di dalam gedung bioskop yang pertama kali dibuka

RIYADH, Bisniswisata.co.id: Keputusan Arab Saudi membuka bioskop pertama kali setelah lebih dari 35 tahun, disambut baik oleh pembuat film Arab. Pimpinan Masyarakat Saudi untuk Budaya dan Seni, Sultan Al-Bazie adalah salah satunya.

“Kini kami akan berkembang lebih baik dengan pekerjaan yang lebih baik juga,” katanya seperti dilansir dalam Arab News, Selasa (12/12/2017)

Dilanjutkan, budaya dan hiburan adalah pengalaman yang baik untuk keluarga. “Kami melakukan perjalanan ke Dubai dan Bahrain hanya untuk menonton film, sekarang kami akan memilikinya di Arab Saudi, Riyadh, Jeddah dan Dammam,” lanjutnya.

Seorang produser dan pembuat film asal Saudi, Abdullah Qurashi mengatakan hal senada. “Ketika berita itu keluar, kami (para pembuat film, produser, sutradara dan aktor) saling memberi selamat dengan ‘mabrouks’ dan berciuman. Hal ini seperti hari raya!”

Sebelumnya, para pembuat film di Arab Saudi kesulitan menghadapi perbedaan dan skeptisisme (kecurigaan) dalam bisnis film mereka. Akibatnya industri film di negeri ini mati suri selama 35 tahun.

“Sekarang menjadi pasar yang sesungguhnya. Ini akan menjadi sesuaitu yang memiliki pengaruh besar bagi ekonomi dab ini sangat bagus. Sekarang saya dapat dengan percaya diri mendatangi para investor dan berkata, ‘saya ingin membuat film,’ dan ini terdengar seperti bisnis yang jelas dan bukan hanya sebuah mimpi,” lanjutnya.

Aktor dan sutradara Saudi Arabia berkata menilai keputusan itu adalah berita yang sangat bagus dan sesuai dengan Saudi 2030. Ia pun berharap Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi mendukung baik pria maupin wanita dalam kesempatan untuk memproduksi film.

“Ini Ini menjadi hal penting dimana pembuat film Arab Saudi akan mengambil film di luar negeri untuk memperluas cakrawala mereka dan menambah pengalaman mereka. Dukungan logistik dan finansial dari pemerintah menjadi sangat penting untuk perkembangan ranah ini,” lanjutnya.

Aktor Saudi Arabia, Khal d Yeslam mengatakan bahwa dengan adanya perubahan ini, tidak ada alasan lagi untuk bersaing dalam ranah yang lebih besar. “Saya ingin mencoba berbagai peran yang menunjukan perjuangan manusia. Secara global, semua manusia berjuang dan ini bisa mematahkan stereotip Saudi dan membuat orang di seluruh dunia berhubungan dengan kita. Ini akan menjembatani kesenjangan,” lanjutnya.

Bioskop pertama di Arab Saudi akan hadir pada Maret 2018. Para ahli memprediksi bahwa 2030 mendatang akan ada lebih dari 300 bioskop di seluruh kerajaan Arab Saudi. (ANC)

LEAVE A REPLY