VITO Prancis Roadshow Dan Table Top Di Empat Kota

0
141

Kegiatan roadshow sales mission dari VITO Prancis saat berada di kota Nice ( foto: VITO Prancis)

NICE, Prancis, bisniswisata.co.id: Visit Indonesia Tourism Officer ( VITO)  Prancis menyelenggarakan roadshow sales mission di empat kota di Perancis pada 12-15 Maret 2018, ungkap Eka Moncarre, Ketua VITO Prancis, di Paris, hari ini.

“Pada hari pertama roadshow ini di kota Nice  ada enam seller dari Indonesia yang menjual paket wisata ke Indonesia bertemu dengab 40 buyer dari kalangan industri wisata Prancis,” jelas Eka

Lewat roadshow sales mission ini pihaknya memberikan beragam alternatif bagi wisatawan asal Prancis untuk datang ke Indonesia. Salah satunya melalui Roadshow Sales Misson ini yang dilaksanakan 4 hari dari 12-15 Maret 2018.

Sementara itu 4 Kota di Prancis yang menjadi menjadi target sales mission kali ini adalah kota Nice, Marseille, Lyon, dan Paris, ibukota Prancis.  Keindahan Bali dan 10 destinasi prioritas yang  dipromosikan ditambah destinasi  Toraja dan Tanjung Puting.

Pihaknya juga udah menayangkan tempat diving Nusa Penida sebagai counter attack atas pemberitaan sampah di pantai Bali  yang viral. Jadi kami menyampaikan kondisi terkini Bali. Terutama pasca meletusnya Gunung Agung. Sales mission memberikan gambaran utuh mengenai Bali yang sudah aman untuk dikunjungi

Menurut Eka, sales mission yang didukung Kementerian Pariwisata ini sudah diselengarakan untuk yang kedua kalinya dan menjadi salah satu aktivitas kegiatan marketing VITO France ( Prancis)

“Tujuannya untuk menjaring market yang terletak di luar Paris. Soalnya
sekitar 60 persen travel agents di Prancis terletak di luar Kota Paris,” katabya.

Kunjungan wisatawan Prancis ke Indonesia selama tahun 2017 mencapai 162.288 wisman. Lebih besar dari tahun 2016 yang berjumlah 147,413 wisman sehingga peningkatannya sebesar 10,09%.  
Gencarnya VITO Prancis menggelar roadshow ke berbagai kota antara lain karena banyak travel agent di negri ini tidak mengetahui Indonesia. Mereka kebanyakan hanya mengenal Bali. Jadi tidak tahu bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia.

Roadshow ini juga bagus untuk memberikan informasi terkini tentang Indonesia secara umum serta mempromosikan daerah-derah lain di Indonesia di luar Bali,” ungkapnya.

Aktivitas sales mission dibuka dengan tari-tarian dan dijamin tidak akan membosankan. Disetiap kota diadakan  table top dengan mengundang travel-travel agents di kota-kota yang dilalui.

Travel-Travel agents dan tour operator Prancis yang diundang bertemu langsung dengan seller Indonesia dan tentu saja diharapkan terjadi transaksi konkrit dari roadshow ini.

“Kami juga menyediakan gimmick untuk menarik travel agent ini. Nantinya di setiap kota akan diadakan doorprize. Akan dipilih dua orang pemenang per kota untuk ikut familiarization trip. Tujuannya sendiri anti mainstream, yaitu Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, serta Toraja di Sulawesi Selatan,” terangnya.

Buyer, seller dan pendukung roadshow berfoto bersama.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya mengatakan wisatawan Prancis tidak hanya berorientasi ke Bali saja. Kali ini Beyond Bali yang dipromosikan.

Wisatawan Prancis mungkin sudah berkali-kali ke Bali. Namun, kini mereka mencari alternatif baru Beyond Bali. Jadi mereka tetap terbang ke Bali, namun dilanjutkan mengeksplorasi daerah lain, ungkap Nia.

“Mereka senang berkunjung ke Bali dan ke Lombok, lebih tepatnya ke Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Labuan Bajo, dan Toraja. Ada juga yang berkunjung ke Kalimantan dengan orang utan, Borobudur, Prambanan, serta Bromo Tengger Semeru,” papar Nia.

Mengutip Menpar Arief Yahya, Eka mengatakan bahwa Prancis adalah top three pasar wisatawan mancanegara Eropa yang ke Indonesia, setelah Inggris. Geografi Prancis cukup luas, dan 60% lebih orang Perancis yang travelling ke Indonesia berasal dari luar ibukota  Prancis.

“VITO  Prancis ditargetkan tahun ini untuk mendatangkan 330.000 wisatawan ke Indonesia dan semoga dengan Roadshow di 4 kota di Perancis ini, target yang ditetapkan akan tercapai,” kata Eka optimistis.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.