30 Obyek Wisata Sejarah di Pangkalpinang Ditawarkan Wisatawan

0
504
Museum Timah (Foto: /pelancongatlas.files.wordpress.com)

PANGKALPINANG, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mengembangkan sekaligus menawarkan wisata sejarah untuk meningkatkan jumlah wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Saat ini pengembangan destinasi wisata sejarah mulai dilakukan secara bertahap, salah satunya yang akan menjadi destinasi wisata unggulan tahun 2017 adalah Pownis City Tour,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pangkalpinang Akhmad Elvian, di Pangkalpinang, seperti dilansir laman Antaranews, Senin (27/02/2017).

Saat ini, destinasi wisata sejarah Kota Pangkalpinang dalam tahap promosi. “Kami sudah melakukan kerja sama dengan beberapa travel untuk memberikan bonus tambahan paket. yakni Pownis City Tour tersebut kepada para pelancong yang berkunjung ke Pangkalpinang,” lontarnya.

Selain bekerjasama dengan travel, juga melakukan promosi melalui berbagai media cetak maupun elektonik di
Bangka Belitung maupun melalui portal wisata yang mereka miliki.

Tambahan destinasi wisata baru ini diharapkan lama tinggal para pelancong semakin panjang, sehingga peredaran uang terus bertambah. “Biasanya masa tinggal wisatawan di Pangkalpinang hanya dua hari bisa menjadi tiga hari, artinya pajak hotel dan rumah makan bertambah sehingga pendapat daerah juga meningkat,” katanya.

Saat ini sedikitnya ada 30 destinasi wisata sejarah di kota Pangkalpinang, namun ada lima wisata sejarah yang kerap dikunjungi wisatawan. Kelima wisata sejarah itu, Rumah Eks Residen Bangka, Taman Sari alias Wilhelmina Park, Museum Timah, Gedung Panti Wangka alias Societet Concordia dan Rumah Kapitan Lain Nam Sen.

Selain wisata sejarah, Pangkalpinang memiliki 10 destinasi wisata yang kerap dikunjungi turis lokal, nasional dan internasional. Kesepuluh destinasi itu:

01. Pulau Lampu

Pulau Lampu merupakan pulau kecil di Bangka yang masih alami dan tidak berpenghuni. Apabila ingin melihat keindahannya, dapat berkeliling pulau dengan menyewa perahu. Harga sewanya tergantung kesepakatan anda dengan pemilik perahu. Pokoknya dijamin membuat mata segar karena pemandangan pulau sangat indah dan eksotis. Di Pulau Pelepas – nama lain Pulai Lampu ini menawarkan wisata mercusuar, berenang, bermain pasir dan aktivitas lainnya.

02. Pantai Matras

Pantai Matras termasuk salah satu pantai yang paling banyak dikunjungi wisatawan ketika berkunjung ke Bangka Belitung. Memang, pantai ini sangat cantik. Maka dari itu dijuluki sebagai Pantai surga. Hamparan pasir putih membentang sepanjang 3 km dengan lebar antara 20-30 meter. Panorama hijau Pantai Matras yang dihasilkan oleh kumpulan pohon kelapa di sekitarnya serta aliran sungai jernih yang ada di pantai ini membuatnya bertambah indah. Tidak heran, kan, kalau obyek wisata Pantai Matras menjadi magnet bagi wisatawan tidak hanya wisatawan lokal, melainkan juga mancanegara.

03. Pantai Tikus

Pantai Tikus? Mendengar namanya saja sudah merasa geli, ya. Tapi jangan cepat ambil kesimpulan, dong. Walaupun namanya Pantai Tikus, tetapi di sini tak ada tikus, kok. Justru kita akan mendapati pemandangan yang indah nan alami setiba di Pantai Tikus. Nah, satu lagi istimewanya pantai ini adalah kecantikan sunsetnya. Ya, kita bisa melihat atau membingkai pemandangan matahari terbit dengan mata atau lensa kamera. Asyik! Pasir putih bersih pantai disertai batuan granit dan berdampingan dengan sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Rebo, wajib dikunjungi, deh.

04. Pantai Teluk Uber

Pantai Teluk Uber mempunyai pemandangan yang tak kalah indah dengan pantai lain di Pangkalpinang. Pepohonan yang ada di sekitarnya dengan perahu-perahu nelayan di area pantai, cantik sekali. Dari pantai ini pun kita bisa melihat pesona sunset serta sunrise. Maka disarankan untuk datang pada pagi atau sore hari, agar tak ketinggalan momen menakjubkan matahari tersebut. Apabila anda ingin menginap, bisa saja. Tetapi sayangnya di sini fasilitasnya belum lengkap. Cuma ada satu penginapan dengan 10 kamar saja. Asal nama Pantai Teluk Uber adalah karena daerah pantai yang luasnya kurang lebih 25 hektar ini berbentuk teluk, menjorok ke daratan. Jadinya diberi nama Teluk Uber.

05. Pantai Tanjung Bunga

Pantai Tanjung Bunga tergolong dalam pantai landai dan memiliki pemandangan indah dengan perbukitan di sekitarnya. Akan tampak pula kapal barang dan kapal penumpang yang lalu lalang di laut lepas Pantai Tanjung Bunga menuju ke pelabuhan Pangkal Balam. Bebatuan di pantai ini terusun rapi dan bagi yang senang berpetualang, memilih pantai ini sangat tepat. Karena kita dapat melakukan petualangan menyusuri pantai dan daerah perbukitan di sekitarnya. Pantai Tanjung Bunga berjarak sekitar 2,5 km dari pantai Pasir Padi dan dapat ditempuh memakai kendaraan pribadi juga sewaan.

06. Kuil Kwan Tie Miaw

Kota Pangkalpinang sangat kental dengan nuansa China. Menurut sejarah interaksi antara masyarakat China dan melayu, memang sudah terjalin sejak awal 1770. Tidak heran sekarang kota ini menyimpan sejumlah kuil tua yang eksotis. Salah satunya adalah Kuil Kwan Tie Miaw. Kuil Kwan Tie Miaw berdiri gagah di Jalan Walikota Syarif Rachman. Dulu kuil ini disebut Kuil Kwan Tie Bo dan menjadi salah satu kuil tertua yang di bangun tahun 1841, bersama dengan pasar Mambo. Kawasan tersebut merupakan Kampung China, di Pangkalpinang. Berbagai upacara tradisional China seperti ritual Pot Ngin Bun yaitu untuk menolak bala dan segala wabah penyakit yang mewabah sering di gelar di kawasan kuil ini.

07. Gereja Maranatha

Gereja Maranatha dibangun saat masa pemerintahan Residen J.E. Edie dan berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman. Gereja ini punya menara jam yang masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Di depan bangunan ada tugu titik nol pulau Bangka dan Jalan Merdeka. Gereja ini akan sangat ramai dengan orang yang ingin beribadah.

08. Masjid Jamik

Masjid ini didirikan oleh masyarakat kampung tengah dan kampung dalam Tuantunu. Masjid Jamik termasuk masjid yang terbesar dengan bentuk awal masjid semi permanen, beratap genteng mirip piramida. Ada 3 bagian dalam bangunan masjid yaitu, lantai satu (paling bawah) sebagai tempat untuk shalat dan mengaji, lantai dua untuk menyimpan segala perlengkapan masjid mulai dari tikar sampai dengan kitab-kitab kuning, buku agama. Dan lantai tiga merupakan menara untuk muadzin adzan. Masjid ini masuk dalam salah satu cagar budaya di Pangkalpinang. Masjid Jamik mempunyai bangunan yang unik, atapnya berhiaskan tiang penyangga kecil berjumlah 6 buah (kiri 3 dan kanan 3) melambangkan rukun iman. Tangganya setengah lingkaran. 5 buah pintu masuk, 6 tiang utama, 3 undakan, dengan satu kubah. Oh, ya, masjid ini dibangun pada 18 Desember 1936 dan berlokasi di Jalan Masjid Jamik.

09. Kelekak Community

Pertama kali masuk kawasan Kelekak Community, kita akan disuguhi tarian tradisional atau tarian penyambutan khas Bangka. Nah, sebetulnya Kelekak ini adalah sejenis miniatur perkampungan masyarakat Bangka pada abad 18. Tujuan pembangunanya, supaya lebih mengetahui atau membuka lagi bagaimana cara hidup dan kebiasaan masyarakat Bangka. Seperti, rumah tradisional Bangka, perlengkapannya, permainan budaya Bangka, makanan tradisional dari Bangka, juga masjid kayu yang berciri budaya lokal.

10. Bangka Botanical Garden

Bangka Botanical Garden atau disebut juga dengan BBG adalah lahan pengembangan hortikultura, menyediakan bibit serta pakan ternak, termasuk menjadi lahan peternakan juga. BBG berdiri di atas lahan bekas dari perusahaan timah dan lahan gambut kritis. BBG ini mampu, lho, membuat tanah kritis dengan tingkat keasaman atau pH di bawah 5 menjadi lahan atau tanah yang subur, layak ditanami, dijadikan tambak, serta peternakan. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.