27 September – 30 Oktober 2015, Kampung Cempluk Festival

0
869
FESTIVAL KAMPUNG CEMPLUK. (. FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ed/pd/12.

MALANG, test.test.bisniswisata.co.id: MALANG kembali punya gawe. Memasuki tahun keenam, Kampung Cempluk Festival (KCF) digelar lagi. Acara tahunan akan diselenggarakan di Dusun Sumberjo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada 27 September-3 Oktober 2015.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, KCF mempresentasikan kampung sebagai ruang berkesenian dan berkebudayaan sekaligus tempat berinteraksi bagi warga. Ruang-ruang kesenian yang dulu tidak bisa dinikmati warga kampung, dihadirkan ke hadapan mereka.

Tema yang diusung KCF 2015 adalah Harmoni Kampung Untuk Indonesia yaitu kebersamaan, gotong royong, harmoni warga kampung -sebuah komunitas kecil- dalam menjaga budaya sebagai elemen penting dalam keseimbangan komunitas besar yang menjadi induknya, Indonesia.

Tema yang berkesinambungan dari setiap penyelenggaraan KCF diharapkan menjadi pembangun mindset, kesadaran untuk memfasilitasi ruang berkesenian dan budaya yang selama ini hanya dijadikan pilihan sekunder saja.

Selama sepekan penuh, KCF#6 akan diisi oleh berbagai kegiatan, diantaranya Parade Budaya Kampung Cempluk, Cempluk Bergerak (kesenian tari), Cempluk Berbunyi (musik dan eksplorasi bunyi/kontemporer), Cempluk Bersastra (teater, puisi dan lain lain), Cempluk Bernyanyi (band dan akustik), seni instalasi, pameran, permainan tradisional, kampung kuliner, sarasehan budaya dan pemutaran film.

Tahun ini, KCF akan menghadirkan hiburan baru yaitu wahana aneka permainan tradisional jaman dulu lengkap dengan panduan. Pengunjung bebas memainkannya.

Berbeda dengan gelaran KCF sebelumnya yang hanya di lingkup Dusun Sumberjo, KCF#6 2015 akan melibatkan banyak komunitas seni dan budaya, termasuk peran aktif warga Kalisongo sebagai tuan rumah. Secara umum, lokasi festival berada di sepanjang jalan Sumberjo-Kalisongo.

Ada 3 stage yang dibagi rata yaitu Panggung Bapang, Panji Asmoro dan Panggung Kelana. Tiap RT akan dilibatkan, terutama koordinasi untuk pemadaman listrik di Sumberejo mulai pukul 17.00-22.00 ketika acara berlangsung. Penerangan akan diganti lampu tradisional. Aneka dagangan yang dijual juga harus bernuansa tradisional.

Selama tiga hari awal kegiatan, KCF akan diisi oleh potensi-potensi dari warga Kalisongo. Hari ke 4-6 akan diisi oleh talenta dari luar, baik dari komunitas maupun seniman tamu. Pada hari ke-7 akan menjadi ajang kolaborasi seluruh peserta. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY