26 November 2914, Konser Satu Indonesia

0
968

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Salute to Guruh Soekarno Putra menjadi tajuk yang diangkat dalam Konser Satu Indonesia pada 26 November mendatang. Konser yang digelar di Balai Sidang Jakarta, pada 26 November 2014 mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB

Putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno itu memelopori seni pertunjukan ala kabaret pada medio era `70-an lewat karya Swara Maharddhikanya, yang menjelma menjadi Gencar Semarak Perkasa. Lewat medium kabaret tersebut banyak nama seniman yang mencuat dan menjadi populer, di antaranya Titi DJ, Deni Malik, Dewi Gita, dan Memes.

Pementasan Swara Maharddhika saat itu memiliki ciri khas semua karya koreografi dan seni suara dari lelaki yang akrab di sapa Mas Roeh itu menggali dan memberi tafsir baru atas produk seni budaya nasio nal dengan bungkusan extravaganza. Hampir seluruh seniman papan atas era tersebut pernah berkolaborasi dengan Swara Maharddhika, tak terkecuali almarhum Chrisye.

Erwin Gutawa dan Jay Soebiakto, duo konseptor yang mengajukan sosok Guruh Soekarno Putra karena karya-karyanya selalu berisikan tentang Indonesia dan dinilai sejalan dengan semangat dari program Satu Indonesia Award yang memberikan penghargaan kepada pemuda-pemudi yang berkontribusi untuk Indonesia dalam berbagai aspek lingkungan.

Semangat generasi muda Di konser itu duo Erwin dan Jay ingin menampilkan para talenta muda yang tengah naik daun seperti Raisa, Tulus, Nowela, Judika, Superman is Dead, Overtunes, RAN, serta kelompok binaan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa; Di Atas Rata-Rata (DARR).

“Sengaja saya tidak menampilkan penyanyi generasi Guruh dan menampilkan penyanyi generasi baru yang belum berkolaborasi dengan Guruh agar semangatnya bisa ditularkan kepada generasi muda,” ungkap Jay.

Dalam konser ada musisi gamelan bali, I Gusti Kompyang Raka, yang pernah terlibat kerja sama dengan Guruh untuk album Guruh Gypsy (1976). Tembang legenda; Kembalikan Baliku yang menang di World Populer Song Festval Tokyo 1987 dan mendapat Kawakami Award dan Audience Selections Award serta Renjana yang menang dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional 1976 menjadi repertoar utama yang dibawakan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY