250 Remaja se Indonesia Hadiri Peluncuran Trailer Film Pertaruhan

0
772
Film Pertaruhan

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dalam sejarah film Indonesia, baru pertama kali ini peluncuran trailer film dihadiri fansnya. Fans itu bukan hanya dari Jakarta dan sekitarnya, namun perwakilan seluruh Indonesia. Jumlahnya mencapai 250 remaja perempuan. Hebatnya lagi mereka kompak mensukseskan bisa ditonton 2 juta orang.

Fans berlabel Sahabat Pertaruhan, merupakan penggemar fanatik film drama keluarga dibalut action berjudul “Pertaruhan”. Mereka fans terhadap film yang akan diputar pada 9 Februari 2016, lantaran pemainnya anaka-anak muda dua bintang ganteng idola remaja, yakni Adipati Dolken dan Aliando Syarief. Juga aktor senior Tyo Pakusadewo.

Bahkan ada tiga pemain baru yang tak kalah keren yakni Giulio Parengkuan, Jefri Nichol dan seorang gadis Widika Sidmore. “Kami sengaja memunculkan pemain baru, karena kami melihat bahwa film Indonesia belum ada pemain baru. Karena itu kami menghadirkan generasi baru perfilman nasional,” papar Adi Sumarjono, Produser IFI Sinema.

Adi mengemukakan hal itu saat Peluncuran Official trailer sekaligus Merchandise Film terbarunya Pertaruhan yang bertepatan di Brewerkz Podium, Senayan City, Jakarta, Sabtu (07/01/2017).

Selain itu yang tak kalah pentingnya, sambung Adi, ingin merangkul para fans film “pertaruhan” dari 50 kota di Indonesia untuk bersama-sama meramaikan dan menjadikan film ini sebagai tontonan pilihan. “Dukungan para sahabat pertaruhan yang ikut serta memperkenalkan film ini kepada khalayak ramai, kami percaya film pertaruhan akan menjadi film box office di tahun 2017. Target kami bisa ditonton 2 juta penonton,” jelasnya serius.

Ditambahkan, 250 sahabat Pertaruhan ini bakal menjadi orang pertama yang menyasikan trailer film bergenre drama yang di rencanakan tayang secara serentak di bioskop Tanah air. Pada acara sepesial ini, para Sahabat Pertaruhan dapat berinteraksi langsung dengan idola.

Bukan hanya berhenti disitu, tambah Adi, nantinya mereka jugalah yang ditunjuk menjadi duta menyebarkan awareness tentang film yang di bintangi aktor-aktor muda bersinar Indonesia ini di lingkungannya. sebagai duta, pihak IFI Sinema pun telah mempersiapkan kejutan menarik bersama sang idola bila target penonton yang dicanangkan tercapai.

Upi, sebagai penulis dan produser kreatif menambahkan film pertaruhan adalah film drama keluarga tentang hubungan ayah dan ke empat anak laki-lakinya dalam menjalani kehidupan yang cukup keras dan membutuhkan solusi untuk permasalahan berat yang mereka hadapi. “film pertaruhan dikemas dengan adegan-adengan seru sekaligus mengharujan dan mendebarkan” lontarnya.

Soal adegan aksi, Upi menilai film Pertaruhan bukan untuk menampilkan cuplikan bela diri seperti film-film aksi pada umumnya. “Ini bukan seperti film kayak Iko Uwais yang martial arts tapi lebih ke fighting anak kampung jalanan yang lebih real,” lontarnya sambil menambahkan pemain seperti Adipati dan Aliando cukup sesuai yang diharapkan.

Film bergenre drama action ini merupakan arahan sutradara Kristho Damar Alam menceritakan tentang kehidupan dari empat orang saudara laki-laki. Mereka yaitu Ibra (diperankan Adipati Dolken), Elzan (Jefri Nichol), Amar (Aliando Syarief), dan si bungsu Ical ( Giulio Parengkuan). Mereka berempat hidup sederhana bersama dengan Ayah mereka, yaitu Pak Musa (Tyo Pakusadewo) yang bekerja sebagai seorang satpam di sebuah Bank.

Walaupun gaji Pak Musa sebagai satpam tidaklah seberapa, Namun Ia sangat loyal dan juga berdedikasi tinggi pada pekerjaannya. Pak Musa merupakan seorang pekerja keras yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Keluarga tersebut sudah kehilangan sosok Ibu semenjak Ical dilahirkan. Kehilangan sang istri tercinta yang biasa mengurus rumah juga anak anak, membuat sang Ayah menjadi gamang dalam membesarkan anak anaknya. Hubungan antara Pak Musa dengan ketiga anaknya yang telah remaja menjadi sangat tidak harmonis dan seringkali terjadi sebuah pertengkaran diantara mereka.

Sampai pada suatu hari Pak Musa dipecat dari pekerjaannya. Bersamaan dengan hal itu penyakit paru paru yang dideritanya semakin parah dan akhirnya membuatnya jatuh sakit.

Ibra, sebagai kakak tertua kemudian mengumpulkan saudara saudaranya, untuk mencari jalan keluar penyembuhan penyakit Ayah mereka. Namun mereka tak sanggup untuk membayar biaya pengobatan sang Ayah, yang mana harus menjalani opname. Sikap dari pihak Rumah sakit pun juga sangat kejam dan tak peduli.

Keempat saudara tersebut kemudian berusaha kesana kemari mengumpulkan uang untuk dapat membiayai pengobatan sang Ayah. Termasuk juga mendatangi Bank tempat dimana Ayah mereka pernah bekerja selama kurang lebih 20 tahun. Akan tapi disitu Ibra malah mendapat penolakan juga penghinaan.

Mereka selalu menemui jalan buntu, dan akhirnya mereka mengambil sebuah keputusan yang sangat nekat demi untuk pengobatan sang Ayah. (endy)

LEAVE A REPLY