25 Tahun Vakum, Krakatau Band Reuni di Borobudur Jazz Festival

0
355
Krakatau Band (Foto: Cumi-cumi.com)

MAGELANG, test.test.bisniswisata.co.id: Selama 25 tahun vakum, Krakatau band bakal reunian pada pagelaran Borobudur Jazz Festival (BJF) 2016 di Taman Aksobya, Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Minggu (15/5/2016).

“Meski kami pernah main bareng, tetapi belum pernah selengkap pada BJF 2016, sehingga momentum ini mempersatukan Krakatau,” kata salah satu personel Krakatau Band, Dwiki Dharmawan, di Magelang, Sabtu (14/5/2016).

Dalam perhelatan BJF, sambung Dwiki, personel Krakatau benar-benar komplit. Ada Gilang Ramadhan (drums), Trie Utami (vokal), Indra Lesmana (Keyboard), Pra Budidharma (bas), Doni Suhendra (gitar) dan Dwiki Dharmawan (keyboard). “Kami akan membawakan 15 hingga 20 lagu. Juga lagu baru yang akan dinyanyikan Trie Utami. Ini pasti seru,” komentarnya.

Menurutnya, konsep BJF 2016 berbeda dibanding tahun lalu. Para musisi bakal manggung dengan latar belakang Candi Borobudur, yang merupakan ikon Jateng dan Indonesia.

Dwiki Dharmawan yang juga Music Director Borobudur Jass Festival 2016 menjanjikan perhelatan bakal lebih baik, lebih menarik dan lebih semarak. “Ada banyak pengisi acara, baik lokal maupun internasional,” katanya.

Krakatau Reunion Minggu malam rencananya juga akan main bareng dengan musisi lain, termasuk dengan musisi jazz Amerika, Jeff Lorber. Pada penampilan Minggu malam Mus Mujiono rencananya juga akan main bareng dengan Jeff Lorber dan Dwiki Dharmawan.

“Jujur sejauh ini tak ada yang menduga kami bisa kumpul lagi. Seingat saya pada April 2013 Krakatau sempat ada tawaran, terus kesempatan itu kita ambil aja. Nah, dari situ tercetus ide bikin Reuni Krakatau dah,” kata Tri Utami

Di awal Mei 2016 ini Krakatau menggelar tur keduanya di kota seperti Medan, Bandung, Jakarta, Semarang, Sumatera Barat dan tampil Prambanan Jazz Festival. “Ini menjadi tantangan bagi Krakatau Reunion. 25 tahun vakum, kami kembali dan memainkan lagu-lagu yang sudah lama tak kami mainkan,” ucap Indra Lesmana.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo, mengatakan BJF terselenggara berkat dukungan dari Kementerian Pariwisata. “Ajang ini dharapkan mampu memaksimalkan potensi pariwisata Borobudur,” katanya.

Menurut dia BJF dirancang untuk mengangkat Borobudur ke posisi lebih mendunia dalam konteks event, sehingga Borobudur tidak hanya menjadi lokasi ritual dan wisata spiritual, namun juga wisata musik, sport, budaya, dan film.

“BJF merupakan sarana menghidupkan Borobudur, sarana menarik wisatawan dan mempromosikan Borobudur sebagai magnet wisata dengan cara memperbanyak event,” katanya. (*/EP)

LEAVE A REPLY