25 November 2017, Purple Ribbon Run

0
62
fun run

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Sekitar 500 pelari dari Jakarta dan sekitarnya bakal menyemarakkan “Purple Ribbon Run”. Event fun run yang pelarinya mayoritas perempuan ini merupakan momen Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP), yang jatuh pada 25 November sampai 10 Desember 2017. Fun Run sejauh 5 Kilometer diadakan di Jakarta Garden City Jakarta Timur, Minggu 26 November 2017 pukul 06.00 WIB.

Purple Ribbon Run yang digelar GoLadies menggandeng Pundi Perempuan ini, bersamaan “Fight Back Run” yang berlangsung di Sudirman, Jakarta juga membawa sebuah kampanye bertajuk #GerakBersama dan #AgainstSexualViolence.

“Event ini menunjukkan komitmen dan kepedulian kami pada perempuan Indonesia. Hasil 20% dari hasil registrasi Purple Ribbon Run 2017 akan kami sumbangkan kepada Pundi Perempuan yang kemudian akan disalurkan untuk mendukung lembaga Women’s Crisis Center (WCC),” papar Priscilla, humas GoLadies dalam keterangannya kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Dijelaskan Fun Run ini juga untuk mengingatkan publik tentang tindakan kekerasan tersembunyi yang dihadapi banyak perempuan, termasuk di Indonesia yang terjadi hampir setiap hari di rumah mereka, sebuah tempat yang terasosiasikan dengan kenyamanan dan cinta.

Karena itu, lanjut dia, mengenakan pita ungu adalah salah satu cara untuk menunjukkan dukungan secara simbolik untuk mengakhiri kekerasan dalam rumah tangga. Meski warna ungu menyiratkan simbol rasa sakit dan penderitaan yang mengingatkan kita pada luka memar, ungu juga merupakan simbol harapan bagi mereka yang terkena dampak kekerasan dalam rumah tangga.

Sesuai data Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan perempuan yang menderita kekerasan dalam segala bentuk dan saat ini masih trauma ada sekitar 24 juta seluruh Indonesia. Di samping jumlah kekerasan yang cukup besar,masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengalami kekerasan, baik dari keluarga maupun sekolah.

“Karenanya dengan mengenakan pita ungu, ini menunjukkan bentuk kepedulian terhadap para korban kekerasan yang terus meningkat, dan tidak hanya menimbulkan kesadaran, namun juga mengilhami lebih banyak orang untuk ikut terlibat,” ungkapnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY