25 November 2017, Samosir Sigale-gale Carnival 2017

0
100
Samosir Sigale-gale Festival

SAMOSIR, Bisniswisata.co.id: Bergelar Negeri Indah Kepingan Surga, Pulau Samosir memang memiliki keindahan alam, destinasi wisata yang indah, situs sejarah hingga wisata budaya. Nah, untuk melestarikan budayanya, Dinas Pariwisata Samosir Sumatera Utara (Sumut) menggelar event budaya bertajuk: Samosir Sigale-gale Carnival 2017, yang digelar di Tuktuk Siadong, pada 25 November 2017.

Event budaya ini merupakan event ke sembilan agenda pariwisata Kabupaten Samosir yaitu Horas Samosir Fiesta 2017 dimana event ini akan mempagelarkan fashion show busana Patung Sigale-gale dan kostum budaya batak.

Uniknya lagi, Samosir Sigale-gale Carnival 2017 nantinya akan lebih menarik dengan mobil hias ala batak yang akan berjalan di sepanjang Jalan Tomok-Pangururan yang akan Start Mulai pukul 15.00 WIB sampai selesai di Tuktuk Siadong dan Finish – Stage di Pangururan. Akan ada juga spesial malam hiburan yang akan memeriahkan event budaya ini.

Sementara, hari sebelumnya Jumat, 24 November 2017 akan diadakan Festival Seni, Festival Budaya, Festival kuliner dan malam hiburan kesenian rakyat. Juga beberapa pentas tari tradisional diiiringi musik tradisional.

Data Dinas Pariwisata, pada tahun 2015 tercatat kunjungan wisatawan mencapai 171.000 orang, dan bertambah menjadi 190.000 orang pada tahun 2016–meningkat sebesar 8,7 persen. Samosir mengemas acara ini dengan skala internasional untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Samosir.

Kabupaten Samosir menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 200.000 pada 2017. Upaya ini sekaligus dapat berkontribusi terhadap program Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia yang menargetkan 15 juta kedatangan wisman dan 265 juta wisatawan nusantara pada 2017.

Apalagi ditambah pengaktifan aplikasi promosi wisata melalui elektronik “Touch Samosir” semakin memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang obyek wisata, hotel, restoran, transportasi, kuliner, kegiatan atau atraksi serta penjualan suvenir.

Samosir sendiri merupakan sebuah kabupaten unik yang berada di tengah Danau Toba. Untuk berkunjung, Pulau Samosir bisa diakses melalui Dermaga Ajibata dan dermaga Balige di Kabupaten Toba Samosir; dermaga Tigaras dan Parapat di Kabupaten Simalungun; juga dermaga Muara di Kabupaten Tapanuli Utara.

Pulau eksotik yang terletak di Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara ini memiliki panorama memesona. Sepanjang mata memandang, hamparan danau luas yang dikelilingi bukit hijau, pegunungan tua juga semilir angin, membawa ketenangan dan relaksasi tersendiri.

Terdapat 15 kecamatan di Pulau Samosir. Mayoritas mata pencarian penduduk Samosir adalah tambak ikan dan bertani jagung, sayur mayur, padi, hingga kopi. Hasil budidaya tambak yang paling khas di pulau ini adalah ikan pora-pora, yang segar dan cocok disajikan dengan berbagai macam jenis masakan.

Mayoritas masyarakat Samosir gemar mengonsumsi tuak dari fermentasi tanaman nira. Tuak juga disuguhkan sebagai minuman perjamuan kehormatan bagi para wisatawan yang berkunjung.

Masyarakat Pulau Samosir 90 persen menganut agama Nasrani, sisanya diketahui masih menganut animisme. Sebagian besar penduduk Samosir keturunan Batak Toba. Karenanya, adat istiadat masih sangat kental dirasakan jika Anda memasuki kawasan Samosir.

Pulau Samosir memiliki 10 destinasi wisata unggulan yang bisa dikunjungi. Beberapa di antaranya desa Tuk-tuk dan desa Tomok yang menjadi pusat wisata penginapan. Jika ingin mencari penginapan sambil merasakan hempasan semilir angin Toba dan pemandangan memukau, Anda bisa mengunjungi tempat ini.

Juga bisa berkunjung ke desa Sianjur Mula-mula yaitu desa bukit Pusukbuhit yang sakral di mana Raja (Dewa) Mulajadi Nabolon pertama kali menginjakkan kakinya di tanah Batak. Bahkan menikmati kekayaan budaya Batak di perkampungan Huta Siallagan di desa Ambarita. Di sini Anda bisa belajar menenun dan mempelajari sejarah budaya hukuman peradilan batak kuno.

Jika gemar berolahraga, bisa mencoba objek wisata camping ground di Paropo dan paralayang bukit Kalaho atau sekedar melihat pemandangan Danau toba dari sisi barat. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY