25 – 29 Oktober 2017, Festival Jogja Kota Batik Dunia

0
73
UKM batik wajib diperhatikan

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Jogja Kota Batik Dunia terus menggema. Nama Jogya dengan hasil batiknya terus berkirbar. Agar tetap lestari digelar Festival Jogja Kota Batik Dunia yang digelar 25-29 Oktober 2017. Festival dua tahunan itu, mengambil tempat di Jogja Expo Center (JEC) dan Jalan Malioboro Yogyakarta, dan akan menampilkan berbagai kegiatan yang sepenuhnya berhubungan dengan batik.

Ini merupakan upaya mempertahankan eksistensi terpilihnya Daerah Istimewa Yogyakarta pada 18 Oktober 2014, sebagai Kota Batik Dunia dari World Craft Council (WCC) di Dongyang Cina. Karenanya, tema yang akan diangkat tidak main-main yaitu Batik to the Moon.

Masyarakat pun bisa mengikuti berbagai kegiatan yang akan ditampilkan seperti pameran batik, pagelaran busana batik, Yogya Batik Parade, lomba desain pakaian batik tren internasional, lomba batik motif Yogya istimewa dan lomba souvenir turunan batik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Budi Antono mengatakan, Jogja Kota Batik Dunia akan dibuka langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamngku Buwono X, dan rencananya ditutup Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X. Ini jadi perhelatan yang pertama kedua setelah 2016.

“Tema Batik to the Moon dimaknai harapan dan cita-cita agar batik dikenal seluruh pelosok dunia dan digunakan dalam berbagai kepentingan,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (18/10/2017).

Festival ini juga untuk mengangkat para perajin dan pebisnis batik. Juga mengembangkan industri kecil menengah batik di DIY dengan tujuan untuk melestarikan budaya dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Polin Napitupulu dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY menilai, ada tujuh kriteria yang harus dijaga DI Yogyakarta demi menjaga predikat sebagai Kota Baik Dunia. Mulai dari nilai historis, orisinalitas, upaya konservasi melalui regenerasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan, reputasi internasional dan konsistensi.

Nantinya, lanjut Polin, 23 daerah lain di Indonesia yang memproduksi batik pun akan bergabung di Yogyakarta. Sebab, menurut Polin, walau motif batik masing-masing daerah memiliki khas tersendiri, batik-batik yang akan ditampilkan tentu akan seragam.

“Gerakan batik tujuannya tetap pelestarian, jangan sampai batik itu cuma jadi menara yang menakutkan, harapannya pun gubernur atau presiden bisa memakai batik untuk rapat-rapat, karena desainer kita begitu banyak,” ujar Polin.

Kegiatan akbar bertajuk Batik to The Moon ini untuk pameran dan fashion show akan diselenggarakan pada 25-29 Oktober di Jogja Expo Center, kemudian Jogja Batik Parade di Jalan Malioboro pada 26 Oktober 2017. Pembukaan rangkaian kegiatan Festival Jogja Kota Batik Dunia dilakukan pada 25 Oktober 2017 oleh Gubernur DIY.

Pameran akan diikuti 150 IKM batik dan institusi yang berkaitan dengan batik. Para peserta maupun pengisi acara tidak dipungut biaya. Para pengunjung juga tidak dikenakan biaya tiket masuk arena JEC.

Selain dua gelaran utama, selama lima hari penyelenggaraan akan ada berbagai lomba, meliputi Lomba Desain Fashion Batik Batik Trend Internasional, Lomba Batik Motif Jogja Istimewa dan Lomba Souvenir Turunan Batik.

Bahkan Festival Jogja Kota Batik Dunia merulakan ajang pameran yang menampilkan tujuh kriteria Kota Kerajinan Dunia yang ada di Yogyakarta, yakni historis, orisinalitas, konservasi, ekonomi, ramah lingkungan, reputasi dan konsistensi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY