24-31 Desember 2014, Pandawa Beach Festival 2014

0
3397

BALI, test.test.bisniswisata.co.id: Musim liburan ini, berbagai kegiatan dikemas di Pantai Pandawa yang bertajuk Pandawa Beach Festival 2014. Untuk ketiga kalinya, hajatan tahunan kali ini bertajuk Pandawa Beach Explore. Festival yang berlangsung mulai tanggal 24–31 Desember 2014, menampilkan kelompok kesenian tradisional yang dimiliki oleh Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, serta beberapa pihak yang turut bekerja sama dalam meramaikan acara.

“Kami berkomitmen ingin tetap mempromosikan semua potensi yang ada di kawasan Pantai Pandawa serta mengoptimalkan kearifan lokal demi terwujudnya peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara,” kata Ketua Panitia Festival, I Made Kodim Arthawinaya, seperti diunduh laman Kompas.com, Sabtu (27/12/2014).

Kesempatan momen liburan Natal dan Tahun Baru ini rupanya membawa kunjungan yang signifikan ke Pantai Pandawa. Diakuinya, selama musim liburan tahun ini tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke sini bisa mencapai 10.000 orang. Hal ini sangat berbeda pada hari biasa dengan rata–rata kunjungan 7.000 wisatawan tiap harinya, baik itu domestik maupun mancanegara.

Keberadaan Pantai Pandawa, sejak awal mulai dikenal wisatawan tiga tahun silam rupanya telah berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Ini terbukti, masyarakat lokal yang dulunya sebagai petani rumput laut, sebagian sudah mengelola kios yang berada di sepanjang pantai.

Keberadaan Pantai Pandawa sangat dekat dengan obyek–obyek yang ada di Kuta Selatan, seperti Garuda Wisnu Kencana, Pantai Nusa Dua, Pantai Uluwatu, dan Jimbaran. Karena alasan jarak tempuh inilah, keberadaan obyek wisata lainnya yang telah lebih dulu dikenal diakui Made Kodim, punya andil dalam menjangkau Pantai Pandawa.

Disadarinya pula, sarana dan prasarana yang mendukung insfrastrukur masih jauh dari harapan. Untuk itu pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah guna peningkatan infrastrukur di tahun 2015 nanti.

Pantai Pandawa, dulunya dikenal dengan Pantai Kutuh punya filosofi yang berkaitan erat dengan pisahnya Desa Kutuh dari Desa Ungasan. Pantai Pandawa yang berada di wilayah Desa Kutuh resmi memisahkan diri pada 12 Maret 2002.

Gagasan menata pantai hingga menjadi obyek wisata tercetus sendiri dari pemikiran seorang tokoh desa, Nyoman Mesir yang kini menjabat selaku anggota wakil rakyat. Pantai Kutuh sering dilangsungkan sebagai kegiatan Melasti oleh masyarakat setempat.

Wajah Pantai Kutuh yang dulunya hanya memiliki akses jalan seadanya kini berubah menjadi obyek wisata Pantai Pandawa. Hal ini telah ini diakui oleh Pemerintah Kabupaten Badung sebagai obyek wisata.

Selain menyuguhkan pemandangan pantai dari atas tebing, keberadaan tokoh penting dalam kisah Mahabarata menjadi obyek berfoto yang berada di antara tebing yang dikeruk. Lima patung yang ada di dalam Goa Megala-gala ini baru ditempati oleh tokoh Sahadewa, Nakula, Arjuna, Bima, Dharmawangsa, dan paling barat Dewi Kunti.

Pantai Pandawa sudah terbukti dikenal oleh pengunjung dari berbagai daerah. Liburan Natal dan Tahun Baru memberi kesan sendiri bagi pengunjungnya yang datang. “Pantai di sini katanya pemandangannya bagus, banyak tempat untuk berfoto–foto. Sekalian refreshing mengisi liburan hari raya,” pengakuan pengunjung asal Sumba Barat, NTT, Lydia Kade.

Lewat serangkaian tutup tahun 2014 ini, Pandawa Beach Festival punya agenda khusus dalam malam tahun baru nanti. Bertempat di kawasan pantai, ada panggung utama yang dilengkapi dengan berbagai pentas seni dan pertunjukan, seperti Tari Nusantara, Parade Band, Parade DJ, dan Pesta Kembang Api.

LEAVE A REPLY