24 – 26 Juni 2016, Toraja Fair 2016

0
624
TORAJA, 31/12 - KUBURAN BATU. Wisatawan mengunjungi kuburan batu Lemo di Toraja, Sulsel, Sabtu (31/12). Kuburan batu berusiah ratusan tahun itu merupakan salah satu objek wisata Toraja yang banyak dikunjungi wisatawan manca negara maupun wisatawan lokal. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dan Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) menggelar Toraja Fair. Acara pameran, diskusi, kuliner dan budaya Toraja digelar do Tongkonan Kepala Gading, Jakarta Utara pada 24 hingga 26 Juni 2016.

Ajang “Toraja Fair” mengangkat tema tentang “Discover Toraja Under One Roof”, yang dikemas sedemikian rupa agar pengunjung merasa sedang berada di Sulawesi Selatan, khususnya Toraja dan Mamasa sekaligus mengenal budaya Toraja dan Mamasa.

Selain pameran pariwisata dan budaya, Toraja Fair 2016 juga menggelar bazaar UKM dan kuliner. Serta trade exhibition bekerja sama dengan DPD Asita Sulawesi Selatan.

Bahkan ada Focus Group Discussion dengan mengangkat tema “Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan Lokal dan Domestik ke Tana Toraja” diharapkan akan dapat mengidentifikasi masalah terkini pariwisata Toraja dan pencarian solusinya.

Pariwisata Toraja mencapai keemasanya pada era ’80 hingga ’90an. Namun sejak terjadi peristiwa bom Bali, pariwisata Toraja langsung anjlok hingga kini. Wisatawan menjadi merasa tidak aman.

Jika pariwisata Bali dengan cepat kembali menggeliat, perbaikan Toraja justru lambat. Hal tersebut dipicu sejumlah hal. Diantaranya akses menuju Toraja yang cukup jauh untuk ditempuh lewat jalur darat serta peristiwa keamanan di daerah sekitarnya seperti Poso sangat menganggu perkembangan pariwisata Toraja.

Disisi lain, persaingan pariwisata di negara ASEAN seperti Myanmar dan Thailand dengan atraksi wisata yang unik juga akses dan biaya yang tidak terlalu mahal, membuat Toraja kian ditinggalkan. Apalagi promosi wisata Toraja sangat kurang. Dan kejayaan Toraja menjadi suram.

Kini Toraja bangkit lagi, seiring dengan semangat pemerintah meningkatkan pariwisata membuat masyarakat Toraja di perantauan ini merasa harus ikut bergerak membangun pariwisata Toraja lagi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.