23 Juli 2017, Internasional Ijen Green Run

0
80

BANYUWANGI, Bisniswisata.co.id: Sport tourism terus digencarkan di Indonesia. Sedikitnya ada lima spot tourism yang paling kerap digelar yakni balap sepada, lari marathon, triathlon, paralayang dan diving. Kini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar ajang bertajuk International Ijen Green Run, lomba lari lintas alam gunung Ijen Banyuwangi Jawa Timur, pada Minggu 23 Juli 2017.

Acara sport tourism ini digelar untuk kali kedua. Tahun ini, para peserta Ijen Green Run akan diajak menelusuri dataran dan lereng Gunung Ijen yang terkenal keindahannya. Bahkan tahun ini rutenya lebih menantang, namun tetap cantik dan memanjakan mata. Mulai dari rimbun perkebunan kopi, cengkeh, pinus, hutan, sungai, persawahan, hingga suasana khas perdesaan.

Para peserta akan ditantang dengan rute tanjakan serta melintasi berbagai bentang alam kawasan Gunung Ijen Banyuwangi. Nantinya, para pelari akan melintasi lereng, tanjakan curam, belantara perkebunan, hutan mahoni, lansekap sawah nan hijau, dan menyeberangi sungai dengan latar Pegunungan Ijen yang menjulang gagah.

Banyuwangi Ijen Green Run tahun ini melombakan tiga kelas, yakni 5 Kilometer, 15 Kilometer, 27 Kilometer. Start Ijen Green Run yang bertempat di rest area Jambu, Desa Tamansari, kecamatan Licin, Banyuwangi ini akan dimulai pagi hari pukul 06.00. Selain disuguhi pemandangan yang indah, para pelari juga akan merasakan hawa segar udara pegunungan.

Pertama. Untuk kelas pendek 5 kilometer, peserta lari akan melewati perkampungan di Desa Tamansari, sebuah desa wisata yang ada di lereng Ijen. Pelari akan menyusuri jalan setapak sekitar resor cantik Jiwa Jawa Resort, lalu menyeberangi sungai menuju Kampung Kalongan. Tak hanya itu, pelari akan disuguhi pemandangan perkebunan rakyat yang asri dan berudara segar.

Kedua, Untuk kelas 15 Kilometer. Selain lebih panjang, di kelas ini pelari akan menjajal rute lebih menantang dibandingkan kelas 5 kilometer. Selain kondisi jalur yang berbatu dan dan bertanah liat, pelari juga sudah mulai melintasi rute tanjakan. Mulai 2 kilometer pertama, rute menanjak akan terus dilalui pelari hingga kilometer ke-enam. Saat menempuh rute perjuangan ini, pelari akan melintasi Kebun Dadap, Hutan Pinus, Hutan Mahoni, Perkebunan Kopi Sriwulung dan Perkebunan Lijen.

Selain itu, pelari juga harus melintasi jalan setapak, jalan berbatu dan tanjakan tajam. Tak hanya itu, pelari akan menyusuri sungai yang berbatu. Suasana sejuk dan pemandangan pohon-pohon pinus dan Mahoni berukuran besar menjadi daya tarik tersendiri. Tak ketinggalan, pelari juga akan menikmati sejuk dan bersihnya air sungai di kaki gunung Ijen.

Ketiga. Kelas tertinggi 27 Kilometer ini, pelari akan melalui lintasan yang tak mudah. Selain rute tanjakan yang berbatu dan bertanah liat, para pelari juga akan banyak melalui single track. Single track ini akan dilewati saat pelari menyusuri lintasan perkebunan, seperti di hutan pinus, Perkebunan Cengkeh Bumisari, dan perkampungan terakhir Si Macan. Perkampungan ini adalah perkampungan terakhir yang berbatasan langsung dengan hutan.

Trek tanjakan dan turunan tajam di kawasan Kluncing menjadi tantangan yang harus ditaklukkan. Tanjakan dan turunan dengan kemiringan 20 derajat sepanjang 8 kilometer dengan kondisi tanah berbatu dan lempung akan menguji stamina dan energi pelari. Saat melintasi hutan pinus, bahkan pelari akan melintasi rute pinggir jurang. Dibutuhkan kemampuan dan sepatu khusus untuk mereka yang akan ikut di rute ini. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY