23 Desember 2017, The return of Srimulat

0
625

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Srimulat, kelompok pelawak yang fenomenal era 70-an, kemudian dibubarkan setelah pendiri dan pewaris Srimulat wafat beberapa tahun lalu, kini kiprah para pelawak eks kelompok Srimulat masih mewarnai dunia komedi Indonesia. Bahkan, mereka tampil kembali untuk menghibur masyarakat.

Bukan sekedar grup lawak yang anggotanya paling banyak saja, namun rombongan seni suara, tari dan lawak ini masih tetap solid hingga sekarang karena sebuah kebersamaan. Memang, untuk berkumpul dalam satu panggung agaknya sulit karena masing-masing memiliki kesibukan. Juga ada sebagian yang “berpulang”. Saat ada kesempatan, mereka berniat mengadakan reuni di Pasar Seni Ancol, Sabtu 23 Desember 2017.

Bertajuk The return of Srimulat, para pelawak kawakan Tarzan, Polo, Kadir, Nunung, Rohana, Nurbuat, Yetty Betet, Tessy dan Gogon siap mengocok pengunjung Pasar Seni Ancol. Kemeriahan bertambah dengan hadirnya bintang tamu artis muda berbakat Syifa Maya yang turut berperan dalam alur cerita.

Menurut pelawak Tarsan, pertunjukan nanti mengusung judul Ayahku Mantuku. “Kisahnya adalah drama antara Bapak dan anak yang sama sama sedang dimabuk cinta. Hingga akhirnya sang ayah akan jadi mantunya si anak. Bingung toh, “ kata Tarsan sambil tertawa.

Sebagaimana pertunjukan-pertunjukan Srimulat sebelumnya akan banyak kejutan-kejutan yang bakal mengocok perut penonton. Juga akan disajikan pertunjukan musik di awal pertunjukan yang juga sudah jadi ciri khas Srimulat.

“Kalau tampil reuni seperti ini, kami akan pakai pakem nya Srimulat. Mulai dari musik, kostum, adegan, semua khas Srimulat. Tidak hanya penonton, saya sendiri juga kangen kok main bersama teman-teman Srimulat yang lain,” ungap Tarsan yang kini menjadi pelawak paling senior dari alumni Srimulat.

Mengenai penampilan Srimulat di Pasar Seni Ancol, menurut Rika Lestari dari Corporate Communication Taman Impian Jaya Ancol, adalah upaya mengembalikan Srimulat ke habitatnya. “Srimulat dulu punya jadwal manggung tetap di Pasar Seni Ancol. Di sini, penonton kadang bisa berinteraksi langsung dengan para pemain. Ini juga jadi ciri khas Srimulat. Dekat dengan penontonnya,” ujar Rika.

Kelompok Srimulat yang didirikan oleh almarhum Teguh Slamet Rahardjo merupakan kelompok lawak yang fenomenal pada era 70 an hingga 80 an. Dari Srimulat banyak pelawak yang akhirnya tampil sebagai komedian di tingkat nasional seperti Gepeng, Asmuni, Tarsan, Kadir, Jujuk dan lain-lain.

Mereka berangkat dari pertunjukan keliling di pukau jawa, hingga akhirnya memiliki panggung tetap di Solo. Lalu sempat juga punya panggung tetap di Taman Ria Senayan, yang membuat para pemainnya hijrah ke Jakarta.

Mengusung judul Ayahku Mantuku akan menceritakan kisah drama asmara antara Bapak dan anak yang sedang dimabuk cinta. Cerita ini dikemas secara apik dan lucu serta berakhir tanpa diduga-duga khas pertunjukan Srimulat. Makin seru dinikmati bersama keluarga dan sahabat tercinta di liburan akhir tahun ini dalam suasana akrab khas Pasar Seni Ancol. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY