23 – 26 Desember 2017, Museum Trip at Night

0
218
Pekerja menempel nama-nama korban gempa dan tsunami 26 Desember 2004 di salah satu ruang di museum tsunami Banda Aceh, Aceh, Museum karya arsitek Ridwan Kamil dibangun untuk mengenang korban gempa dan tsunami akhir Desember 2004 sekaligus pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat saat terjadi kebencanaan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/Asf/ama/14.

BANDAACEH, Bisniswisata.co.id: Memperingati 13 Tahun Tsunami Aceh, Museum Tsunami Aceh kembali dibuka malam hari. Untuk kedua kalinya Museum Tsunami Aceh mengadakan wisata khusus malam hari. Bertajuk “Museum Trip at Night”, yang akan diselenggarakan pada 23 hingga 26 Desember 2017.

Wisatawan akan dibawa menelusuri berbagai koleksi unik museum ini di malam hari. Berbeda dari tahun pertama dibuka malam hari, kali ini koleksi yang dihadirkan beragam dan baru, khusus mengenang 13 tahun bencana dahsyat tersebut.

Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan di refleksi 13 tahun peristiwa tsunami Aceh ini, museum ingin membuat sedikit perbedaan dengan Pameran Temporer. Pihak museum akan menyajikan pamerannya khusus pada malam hari.

“Tahun ini kami mempersembahkan Pameran Temporer dengan judul ‘The Light of Life’ dan penyajiannya dengan kegiatan ‘Museum Trip at Night’. Jadi penyajian pameran dipandu saat malam hari,” ujar Kamal seperti dilansir laman KompasTravel, Selasa (19/11/2017).

Wisatawan akan dibawa berkeliling pameran temporer yang dipusatkan di lantai dua museum, oleh para pemandu. Dalam pameran khusus kali ini, museum menyajikan hal-hal yang berkenaan dengan pemberi dan penerima bantuan saat dan setelah tsunami.

Materi lainnya dalam pameran ini juga menampilkan peran pemerintah dan negara donor menyalurkan bantuan prasarana dan sarana untuk korban tsunami serta membantu proses perdamaian GAM-RI.

Setelah puas berkeliling pameran, wisatawan bisa menyaksikan film dokumenter saksi hidup dahsyatnya tsunami di Ampli Theatrelantai yang terletak di lantai satu museum. “Kita juga akan menampilkan penuturan dan dokumenter saksi hidup yang langsung mengalami kedahsyatan gempa dan tsunami saat itu,” ujar Kamal.

Selama kegiatan ini berlangsung, jadwal operasional museum akan berubah. Yakni, museum dibuka hanya pukul 09-00 hingga 12.00 WIB, untuk pagi hari. Sedangkan malam dibuka pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.

Sepanjang rangkaian acara berlangsung, wisatawan tidak dikenakan biaya masuk baik di malam hari, maupun siang hari. Anda bisa mengunjungi Museum Tsunami yang berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda No.3, Suka Ramai, Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Beragam kegiatan peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh ini, turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya, pameran foto, kreativitas dan perlombaan anak-anak, donor darah, dan sebagainya. Rangkaian kegiatan ini juga diramaikan oleh beberapa komunitas Aceh.

Diharapkan kegiatan peringatan ini dapat menjadi media pembelajaran kesiapsiagaan bencana yang mungkin dapat terjadi kapan dan dimana saja, khususnya bagi masyarakat Aceh, Indonesia, bahkan dunia.

“Pendidikan dan pengetahuan mitigasi bencana ini sangat penting disampaikan melalui sarana edukasi kekinian guna menghadapi musibah yang sama yang mungkin kembali terjadi di masa yang akan datang,” tutupnya. (KMP)

LEAVE A REPLY