22-24 Juli 2017, Festival Pulau Penyengat

0
456
Masjid Kuning Pulau Penyengat

TANJUNG PINANG, Bisniswisata.co.id: Kota Tanjung Pinang kembali mengadakan acara akbar bertajuk Festival Pulau Penyengat (FPP). Event tersebut akan digelar dari tanggal 22-24 Juli 2017 di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang.

Kota Tanjung Pinang Kepulauan Kepri memiliki salah satu destinasi wisata unggulan yang dikenal dengan sebutan Pulau Penyengat Indra Sakti atau Pulau Penyengat Mas Kawin dan pernah menjadi pusat kerajaan Riau-Lingga. Pulau Penyengat juga ada destinasi wisata relegi yakni Masjid Kuning yang kerap didatangi wisatawan dan jadi ikon Pulau Penyengat.

Event Festival Pulau Penyengat ditargetkan bisa menjaring wisatawan di perbatasan lantaran dekat dengan Singapura dan Malaysia.
Target selama event berlangsung wisatawan yang hadir Wisman 300 orang dan wisatawan nusantara 12.000 Wisnus.

Berbagai perlombaan dan acara menarik digelar selama festival berlangsung. Ada lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, lomba becak motor hias, pangkak gasing, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pentas seni (pertunjukan wayang cicak), kegiatan klinik sastra,berzanji dan banyak lainnya dengan total peserta diprediksi sebanyak 1.316 orang

Juga ada beberapa event pendukung di Festival kali ini. Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau, Hunting photography Penyengat Halal Competition, Short Film Netizen Penyengat Halal Competition. Ada pula acara seru lainnya seperti Tour Pattern Penyengat Halal Competition, Khazanah Kompang Melayu. Agenda ini sekaligus menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat Tanjung Pinang.

Tervatat ada lebih 20 event kegiatan yang akan mewarnai festival ini. Tapi yang menarik, selain berbagai macam lomba, ada 3 event unggulan yang akan menjadi atraksi paling menarik dan akan menjadi pusat perhatian masyarakat dan wisatawan.

Kegiatan ini terbagi tiga jenis yaitu Kompetisi Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion dan Bazar Melayu fashion. Ini juga event yang terus mensasar Crossborder tourism karena dekat dengan Batam dan Singapura.

Kompetisi pakaian carnaval yang menggali konten lokal Melayu dalam atribut maupun model/desain pakaian Carnaval. Even ini akan mengangkat content lokal jenius Melayu dalam karya kreatif pakaian carnaval, juga sebagai daya tarik untuk kunjungan para turis. Diharapkan akan menjadi aktifitas pariwisata Pulau Penyengat secara berkelanjutan.

Beberapa lokasi acara juga akan disiapkan. Balai Adat Indra Perkasa, Balai Desa dekat Pelabuhan Penyengat dan Kawasan Kampung Bulang. Balai Adat tempat klinik sastra. Semua tempat di Set untuk mendukung beberapa perlombaan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY