21 – 22 Oktober 2017, Boy Jazz 2017

0
64
Musik Jazz

BOYOLALI, Bisniswisata.co.id: Sebuah harapan akhirnya menjadi kenyataan. Harapan itu lahir dari Bupati Boyolali, Seno Samodro yang ingin musik jazz bisa menggema di Boyolali Jawa Tengah. Bukan lantaran latah dengan maraknya pangung musik Jazz di tanah air, tapi memang sang bupati penggemar berat jazz.

Harapan itu direalisasikan Dinas Olahraga dan Pariwisata dengan menggelar event internasional Boy Jazz 2017 yang kepanjangannya Boyolali Jazz, yang diberlangsung di Alun-alun Kidul Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali, pada 21 hingga 22 Oktober 2017.

Event skala internasional ini digelar dengan tujuan sebagai momentum branding Boyolali dengan cakupan yang lebih luas, khususnya melalui komunitas-komunitas penggemar musik jazz di dunia agar bisa tampil di kota Boyalali. Gelaran Boy Jazz tersebut ke depan menjadi agenda tahunan yang dapat digelar setiap tahun dengan konsep berbeda, lebih baik dan berkualitas.

Tercatat ada tiga negara yang ikut berpartisipasi, antara lain Jam Korinek Grove Band dengan vokal Sharon Levis dan Lorenzo Thomson dari Amerika Serikat, Sol Caribe Latin Jazz Band asal Austria, dan Cekoslowakia.

Kelompok musik jazz asal Indonesia yang hadir menghibur warga Boyolali: antara lain Krakatau (Jakarta), Jazz Mben Senen (Yogyakarta), Everyday (Yogyakarta), Sojazz (Solo), Tropical Transit (Bali), Jazz Ngisor Ringin (Semarang), Dudun Blues Shelter (Jakarta) dan Alegro Sanapare (Boyolali) yang akan tampil dalam Boy Jazz di Boyolali. Juga grup Tricotado Lost And Found Jazz, serta sejumlah grup jazz dari Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

Para peserta yang mengikuti Boy Jazz, bakal tampil dalam dua sesi atau dua hari, mulai pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB. Jazz terhitung musik yang berat, panitia juga mengemasnya dengan tampilan yang lebih mudah diterima masyarakat. Dan, salah satunya dengan menampilkan aransemen lagu dengan genre lain dalam jazz, semisal dangdut atau musik keroncong.

Selain itu, pagelaran musik jazz tersebut juga akan diisi dengan penampilan budaya seni local seperti tarian tradisional reog, tetapi kegiatan itu, digelar pada pagi hari.

Dengan event ini, diharapkan dapat menarik banyak wisatawan untuk datang ke Boyolali. Salah satunya yakni dengan menarik wisatawan yang datang di Bali melalui komunitas musik jazz dari Bali.

Juga akan tampil grup Tricotado Lost And Found Jazz, Krakatau, Tropical Transit dari Bali, serta sejumlah grup jazz dari Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

Pariwisata Boyolali selain mengembangkan musik jazz, juga memiliki 47 destinasi wisata yang tersebar di kota penghasil susu sapi murni. Selain itu, Boyolali dikenal memiliki udara yang sejuk, karena berada tepat dibawah kaki gunung Merapi dan Merbabu. Maka dari itu, sangatlah cocok jika daerah tersebut dijadikan sebagai tempat wisata.

Salah satu spot wisata favorit para wisatawan khususnya pendaki saat berkunjung ke Boyolali yaitu Gunung Merbabu. Gunung merbabu memang sangat cantik. Jika cuaca sedang bagus, mungkin banyak para pendaki yang berpikir untuk tidak pulang dan menetap di atas gunung dalam waktu yang lama.

Selain Merbabu, ada 10 objek wisata di Boyolali Jawa Tengah yang sedang populer. Pertama Lembah Gunung Madu, Air Terjun Kedung Kayang, Ekowisata Taman Air Tlatar, New Selo, Gunung Merbabu, Kampoeng Air Kragilan, Waduk Kedung Ombo, Umbul Pengging, Waduk Cengklik dan wisata kulinernya Soto Seger Mbok Giyem. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY