2017, Tour de Singkarak Tak akan Bubar

0
851

SOLOK, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan Tour de Singkarak merupakan kebanggaan bangsa Indonesia. Sport tourism menempatin rangkin 1 dan nomer 5 di kejuaraan balap sepeda internasiona. Karena itu, Kementrian Pariwisata mempertahankan dan tidak akan bubar.

“Jadi wartawan tidak perlu tanya lagi. Saya tegaskan jika tahun depan ada Tour de Singkarak yang kesembilan tetap diselenggarakan. Jangan tanya kok tak ada sponsornya, itu tidak betul. Jika Tour de Singkarak sukses, sponsor akan datang sendiri dalam jumlah yang besar,” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya saat grand opening kejuaraan internasional paling bergengsi di Indonesia, di Dermaga Singkarak Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (5/8/) malam.

Dilanjutkan, Tour de Singkarak merupakan bagian dari sport tourism yang saat ini terus dibangun. Apalagi pariwisata ditargetkan menjadi penyumbang devisi terbesar bagi negara dalam beberapa tahun kedepan. Target tersebut akan tercapai jika semua pihak saling memberikan dukungan.

Tour de Singkarak 2016 selama ini menjadi salah satu andalan dari Kementerian Pariwisata dalam upaya mendongkrak sport tourism di Indonesia meski saat ini sudah muncul kegiatan yang sama diberbagai daerah seperti Tour de Banyuwangi Ijen hingga Tour de Flores yang baru saja berlangsung.

Kejuaraan yang telah memasuki tahun kedelapan ini juga dijadikan oleh pemerintah daerah yang dilalui balapan salah satu yang terbesar di Asia ini sebagai media untuk menunjang pembangunan sarana dan prasarana mulai dari jalan hingga hotel yangmendukung pariwisata.

Kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2016 dengan total jarak tempuh 1074 km yang terbagi delapan etape. Balapan dengan kategori 2.2 tahun ini mengambil start di ikon kejuaraan yaitu Danau Singkarak menuju Payakumbuh dengan jarak tempuh 95,8 km pada Sabtu (6/8). Selanjutnya etape kedua dari Limapuluh Kota menuju Tanah Datar dengan jarak tempuh 119,5 km pada Minggu (7/8). Etape tiga dari Pasaman menuju Pasaman Barat sejauh 123,1 pada Senin (9/8).

Etape empat dari Padang Panjang menuju Agam pada Selasa (10/8) dengan jarak tempuh 151,6 km. Etape lima dari Pesisir Selatan menuju Pariaman pada Rabu (11/8) dengan jarak tempuh 153,1 km. Etape enam dari Padang Pariaman menuju Sawahlunto pada Kamis (12/8) dengan jarak tempuh 151,1 km. Etape tujuh dari Sijunjung menuju Dharmasraya pada Jumat (13/8) sejauh 133,8 km dan etape delapan dari Bukittinggi menuju Padang pada Minggu (15/8) dengan jarak tempuh 145,9 km.

Selama perjalanan yang dilintasi, pebalap akan disuguhkan dengan wisata alam yang berbeda-beda. Bahkan disepanjang perjalanan juga akan disuguhkan wisata budaya yang cukup melegenda seperti rumah Gadang hingga kesenian khas lainnya seperti genda tasa.

Tour de Singkarak 2019 diikuti 19 tim yang pebalapnya berasal dari 24 negara. Dari jumlah tersebut ada enam tim lokal yaitu BRCC Banyuwangi, United Bike Kencana Malang, Customs Cycling Club, KFC Cycling Team dan PRB Pessel Bank Nagari Sumbar serta Timnas Indonesia.

Sedangkan tim kontinental yang turun adalah juara bertahan Pishgaman Cycling Team Iran, Terengganu Cycling Team Malaysia, Singha Infinite Cycling Team Singapura, Black Inc Cycling Team Laos, Korail Cycling Team Korea.

Berikutnya adalah Kinan Cycling Team Jepang, St. George Merida Australia, Data#3 Cisco Racing Australia, Pegasus Cycling Team Indonesia, 7 Eleven Sava RBP Filipina, Kenyan Riders Downunder Kenya, Action Cycling Team Taiwan dan Hongkong Cycling Team.

“Untuk jumlah tim memang berkurang dibandingkan sebelumnya, tapi kami akan menyuguhkan kualitas balapan bukan hanya kuantitas,” kata Race Director Tour de Singkarak 2016, Jamaluddin Mahmood.

Hadir dalam pembukaan kejuaraan yang masuk kalender UCI ini Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua Penyelenggara Tour de Singkarak 2016 Esthy Reko Astuty, Chief of Commissaire dari UCI John Mcdonnel serta Bupati Kabupaten Solok Gusmal SE. Untuk ISSI diwakili Wakil Ketua Umum Engkos Sadrah.

Pembukaan kejuaraan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata dan pemerintah Sumatera Barat ini ditandai dengan pemukulan tiga gendang tasa dan 10 alat pukul lainnya. Sebelum dibuka secara resmi oleh pihak terkait juga ditampilkan repertoar seni tradisi Kabupaten Solok.

Sementara itu, soal kemeriahan Tour de Singkarak (TdS) 2016 dimulai Jumat 5 Agustus 2016 malam ini. Nidji memeriahkan acara pembukaan. Mereka tampil di panggung akbar TdS menggantikan Noah. “Memang sebelumnya Noah. Dari hasil klarifikasi teknis, Noah digantikan Nidji. Jadi yang kita pilih adalah Nidji,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti.

Meski ada sedikit pergeseran pengisi acara, Esthy menjamin, kemeriahan TdS 2016 tidak akan berkurang. Popularitas Nidji sudah berkibar kemana-mana. Tengok saja popularitas salah satu tembang Nidji, Liberty Victoria. Tembang itu sudah digunakan Manchester United sebagai anthem klub pada 2013 silam. Musik latar belakangnya, juga pernah digunakan dalam promo Asia Tenggara untuk serial TV Heroes yang sangat populer.

Inilah band representasi jiwa anak muda yang mampu memberikan nyala semangat. “Kegiatan kita kan sport dan tourism, jadi kita memang butuh orang yang gerak cepat. Nidji pas untuk itu. Musiknya bisa memberi semangat mencapai kemenangan,” tambahnya.

Berikut adalah etape yanga kan dilintasi para peserta balap sepeda bergengsi di Indonesia itu:
Etape 1, Sabtu 6 Agustus 2016. Start di Dermaga Danau Singkarak Kabupaten Solok finish di Ngalau, Kota Payakumbuh (96,6 kilometer)
Etape 2, Minggu 7 Agustus 2016, dari Lembah Harau Waterfall dan finish di Istano Basa Pagaruyung, Tanahdatar (119,5 kilometer)
Etape 3, Senin 8 Agustus 2016, dari Equator Bonjol, Kabupaten Pasaman dan finish di Kantor Bupati Pasaman Barat (122,8 kilometer)
Etape 4, Selasa 9 Agustus 2016, dari Markas Secata Padangpanjang dan finish di Lawang Adventure Park, Agam, Padangpanjang (150 kilometer)
Etape 5, Rabu 10 Agustus 2016, dari Pantai Carocok Kabupaten Pesisir Selatan dan finish di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman (152,6 kilometer)
Etape 6, Kamis 11 Agustus 2016, dari Pantai Tiram dan finish di Taman Satwa Kandih Sawahlunto (149 kilometer)
Etape 7, Jumat, 12 Agustus 2016, dari Gedung Pertemuan Pancasila, Sijunjung dan finish di Sport Centre Dharmasraya, (133,4 kilometer)
Etape 8, Minggu 14 Agustus 2016, dari Istana Bung Hatta Bukittinggi dan finish di Tugu Perdamaian Kota Padang (146,5 kilometer).(endy)

LEAVE A REPLY