2017, Devisa Pariwisata Indonesia Diprediksi Rp450 Triliun

0
34
Turis asing di Jam Gadang Bukittinggi Sumbar (Foto: http://sumbar.antaranews.com_

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Industri pariwisata menjadi tumpuan ekonomi negara. Tahun 2016 dengan target kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12 juta menyerap 11.700 tenaga kerja dan menghasilkan devisa sebesar Rp172,8 triliun. Tahun 2017, pariwisata diperkirakan berpotensi menghasilkan devisa sebesar Rp450 triliun.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan jika perkembangan ini tidak diimbangi dengan kemampuan tenaga kerja yang baik, pemanfaatan potensi pariwisata tersebut hanya akan memberikan peluang bagi tenaga kerja asing.

“Ini perlu kita perhatikan dengan baik. Mengingat sektor pariwisata ini akan menjadi tumpuan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang,” kata Asman kepada wartawan di Kampus NHI Bandung, seperti dilansir laman wartaekonomi.com, Selasa (07/11/2017).

Menpan RB menjelaskan potensi pariwisata Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2013 Indonesia berada pada posisi ke 70 kemudian naik pada peringkat ke 50 pada 2015. Dan kembali berhasil naik di posisi 42 pada tahun 2016. Namun posisi Indonesia masih di bawah Thailand dan Malaysia.

Karenanya, Pemerintah Pusat terus mengupayakan agar ada peringkat. Tahun 2013, awalnya kita berada di peringat 70, tahun 2015 naik menjadi peringkat 50 dan sekarang, peringkat 42. Indonesia saat ini tengah berupaya meningkatkan potensinya, menjadikan pariwisata sebagai Industri. Caranya menjadikan Indonesia menjadi objek kunjungan wisata baik mancanegara maupun domestik.

Untuk mengejar ketertinggalan itu, ujar Asman, pemerintah giat membangun proyek-proyek infrastruktur yang bisa mempermudah akses bagi perkembangan industri sektor pariwisata maupun sektor lainnya. Bila pembangunan infrastuktur itu sudah terbentuk, ke depan diharapkan industri pariwisata bisa menjadi tumpuan ekonomi negara.

Memang, kata Menteri Asman, jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Indonesia sebernarnya memiliki potensi yang sangat besar tapi kelemahannya Indonesia kurang pandai menyajikan potensi industri pariwisata yang menjadi destinasi kunjungan wisatawan mancanegara. “Potensi wisata Indonesia ini sangat banyak tapi sayang kita tidak bisa menyajikannya dengan baik,” ungkap Menpan RB.

Untuk mengejar ketertinggalan ini pemerintah tengah membangun berbagai proyek infrastruktur strategis untuk mempermudah akses bagi pekembangan industri pariwisata maupun sektor lainnya. “Salah satunya pembangunan bandara internasional karena rerata wisatawan manca megara itu masuk melalui jalur udara,” pungkasnya.

Disisi lain, Menpan-RB mengemukakan saat ini pemerintah membutuhkan pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki latar belakang bidang kepariwisataan. “Lulusan kepariwisataan seperti di STP ini sangat kita butuhkan khususnya vokasionalnya, karena keahlian inilah yang nanti membuat kita lebih maju lagi,” ungkapnya.

Bahkan PNS seperti di Pemprov, Pemkab dan Pemkot masih banyak pegawai yang tidak memiliki latar belakang pariwisata, sementara target pariwisata kita harus tinggi. “Nah PNS kita butuhkan lulusan STP ini,” tutur Asman sambil mengajak para lulusan STP Bandung untuk berkontribusi memajukan dan mengelola kepariwisataan.

Jadi, potensi Pariwisata Indonesia sangat besar, sayang belum bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Aparatur Sipil Negara yang bertugas dibidang tersebut juga banyak yang bukan lulusan sekolah pariwisata, ada lulusan guru agama, lulusan teknis dan sebagainya. Karenanya, perkembangan industri pariwisata ini harus diimbangi dengan kemampuan tenaga kerja dalam negeri yang berkualitas, agar peluangnya tidak diambil tenaga kerja asing, ucapnya mengulang. (*/WEO)

LEAVE A REPLY