2016, Target Kunjungan Wisatawan ke Jakarta Optimis Tercapai

0
501
Andong (Foto: tempo.co)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta optimistis mampu mewujudkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2016 mencapai 2,7 juta dari tahun sebelumnya 2,4 juta, dan wisatawan nusantara (wisnus) dari sebelumnya 31 juta menjadi 33 juta. Dengan target itu, diharapkan sumbangan DKI Jakarta menempati posisi kedua terbaik setelah Bali.

“Pada Januari-Maret 2016, realisasi kunjungan wisatawan domestik sudah meningkat 17%, dari 6.360.000 orang menjadi 7.449.000 orang. Sedangkan kunjungan wisman dari 539 orang menjadi 560 orang wisatawan,” papar Kepala Dinas Pariwisat DKI Jakarta Catur Laswanto, di Jakarta, Senin kemarin.

Sisa waktu ini, lanjut dia, akan memaksimalkan dengan menggenjot pemasaran melalui sosialisasi re-branding yang sudah dimiliki DKI Jakarta selama ini. “Strategi pemasarannya, brandingnya tetap Enjoy Jakarta, tetapi gambar logonya berubah. Nama Enjoy Jakarta cukup kuat, namun dengan gambar baru ini diharapkan memperkuat branding,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov DKI memaksimalkan potensi wisata bleisure (bisnis dan leisure), guna mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Ibu Kota. Mengingat, hingga kini hampir 90% turis asing maupun domestik, banyak kunjungan untuk urusan bisnis sekaligus plesiran. “Kita tentu terus dorong kategori wisata yang di dalamnya menyangkut bisnis dan sekaligus plesiran, yang biasa kita sebut bleisure,” ujarnya.

Potensi wisata bleisure di Jakarta sangat menjanjikan, lantaran DKI Jakarta selain banyak pusat bisnis, juga banyak lokasi hiburan, terutama hiburan malam. “DKI Jakarta sebagai kota besar memiliki banyak infrastruktur pendukung acara-acara meeting, incentive, conference, dan exibithion (MICE), hotel, restoran dengan kualitas layanan bagus juga harga kompetitif. Semua ada di sini,” terangnya.

Catur mengatakan salah satu potensi sangat mendukung tercapainya hal itu banyaknya lokasi hiburan malam di Jakarta yang menawarkan hiburan beranekaragam hingga membuat DKI seolah tak pernah tidur. “Salah satu kekuatan adalah hiburan malamnya. Turis-turis ini sehabis MICE, kegiatan merek langsung menyaksikan hiburan malam,” tegasnya. (*/BC)

LEAVE A REPLY